BANK Indonesia (BI) menyatakan optimisme akan capaian positif ekonomi Indonesia sepanjang 2025.
Gubernur BI, Perry Warjiyo merilis Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2024 di Jakarta, Rabu (22/1/2025) lalu, dengan menekankan sejumlah indikator ekonomi yang mendukung prospek tersebut.
Indikator utama yang menjadi landasan optimisme BI mencakup inflasi terkendali, stabilitas rupiah, pertumbuhan kredit perbankan, dan akselerasi digitalisasi ekonomi.
“LPI 2024 ini disusun sebagai bentuk transparansi kebijakan sesuai UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia,” terang Perry dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Kamis (23/1/2025).
BI berkomitmen memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Strategi yang dijalankan meliputi kebijakan moneter untuk stabilitas dan pertumbuhan, serta kebijakan makroprudensial untuk mendukung UMKM dan inklusi keuangan.
Dalam laporan tersebut, BI mendukung penuh program Asta Cita pemerintah melalui delapan aspek utama, antara lain:
1. Menjaga stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan
2. Memastikan nilai tukar Rupiah stabil
3. Memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal
4. Mendorong pembiayaan ekonomi melalui kredit perbankan
5. Mendukung ketahanan pangan
6. Mendukung digitalisasi sistem pembayaran
“Ke depan, BI akan melanjutkan sinergi dengan pemerintah untuk mengawal perekonomian Indonesia, sambil mewaspadai tantangan global,” tandas Perry.
Laporan juga menghadirkan blue print Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing 2030, serta Sistem Pembayaran Indonesia 2030 sebagai strategi akselerasi transformasi digital nasional. *MUH













