SULAWESI Tengah merayakan Hari Bumi 2025 dengan penanaman pohon cendana di Taman Hutan Raya (Tahura) Kapopo, Desa Ngatabaru, Kabupaten Sigi, pada Selasa (22/4/2025).
Selain itu, kegiatan ini juga mencakup diskusi tentang sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang diadakan Yayasan Kehati dan ROA untuk mengintegrasikan pengelolaan ekosistem darat dan laut secara terpadu.
Simbol Konservasi
Kepala Tahura Kapopo, Edy Sitorus, menjelaskan bahwa pohon cendana dipilih karena nilai historisnya dalam pembentukan kawasan konservasi di Tahura.
Dengan demikian, penanaman pohon ini bertujuan menciptakan keseimbangan ekosistem yang berkelanjutan dan mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
“Penanaman pohon cendana merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga lingkungan,” kata Edy Sitorus dalam siaran pers yang Eranesia.id diterima, Rabu (23/4/2025).
Selain itu, perwakilan Desa Ngatabaru, Loru, Poboya, dan Kawatuna ikut serta dalam penanaman pohon cendana.
Mereka berharap kegiatan ini memperkuat komitmen bersama untuk menjaga lingkungan bagi generasi mendatang. Kegiatan ini juga sejalan dengan tagline Tahura Kapopo: “Hijaukan Bumi, Birukan Langit.”
Proyek SOLUSI
Selanjutnya, Koordinator Program ROA, Urib, menyatakan bahwa Hari Bumi 2025 menjadi momentum yang tepat untuk meluncurkan proyek SOLUSI.
Proyek ini bertujuan untuk mengatasi degradasi lahan dan bentang laut, meningkatkan ketahanan ekosistem, dan mendukung mata pencaharian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Tahura Kapopo berfungsi sebagai kawasan pelestarian hutan konservasi yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian.
Tahura juga menyimpan koleksi tumbuhan dan satwa untuk mendukung studi ilmiah serta budidaya dan budaya.
Secara keseluruhan, kegiatan Hari Bumi ini menunjukkan komitmen kuat masyarakat Sulawesi Tengah dalam menjaga lingkungan dan pelestarian alam untuk keberlanjutan ekosistem. *BAL/MUH













