KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah menggelar Training of Trainers (ToT) “Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah” bagi guru SD dan SMP di Kota Palu. Sekitar 120 pendidik dari pelbagai sekolah mengikuti kegiatan ini.
Kepala KPwBI Sulteng, Rony Hartawan, membuka kegiatan tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, ikut hadir.
Rony menekankan pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia dan dunia pendidikan untuk membentuk generasi muda yang memahami nilai Rupiah sebagai simbol kedaulatan.
Ia mengimbau peserta mengikuti kegiatan secara optimal dan berperan sebagai agen edukasi di sekolah masing-masing.
Rony mendemonstrasikan langsung cara mengenali keaslian Rupiah lewat metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distaples, Jangan diremas, Jangan dibasahi).
Para guru menyimak dengan antusias karena materi mudah dipraktikkan dan diajarkan kepada siswa.
Rony juga menjelaskan pentingnya strategi pembelajaran yang efektif di kelas. Ia menyebut efektivitas belajar bergantung pada tingkat retensi siswa berdasarkan metode yang digunakan.
Ceramah hanya membantu siswa mengingat 5% materi, membaca 10%, dan audio-visual 20%.
Namun, saat siswa aktif terlibat, retensinya meningkat. Demonstrasi mencapai 30%, diskusi kelompok 50%, praktik langsung 75%, dan mengajarkan kembali (teaching others) mencapai 90%.
“Fakta ini menunjukkan bahwa pembelajaran aktif jauh lebih efektif daripada metode pasif,” ujar Rony dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Selasa (20/5/2025).
Ia mendorong guru menerapkan metode yang melibatkan siswa secara langsung, seperti demonstrasi, diskusi, praktik, dan mengajar ulang materi.
Pelbagai Materi
Selama kegiatan, peserta mempelajari peran dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, ciri-ciri keaslian Rupiah, cara merawat uang, gerakan Peduli Kenali dan Adukan (PeKA), serta sistem pembayaran digital QRIS.
Bank Indonesia mendorong para guru menyebarkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada siswa.
“Dengan begitu, kita bisa melahirkan generasi muda yang bijak menggunakan uang dan bertanggung jawab terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan,” tandas Rony.
*TAU/MUH













