REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, Profesor Lukman S Thahir, menegaskan bahwa dosen sejatinya adalah guru yang memegang peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa, termasuk menumbuhkan empati.
Ia menyampaikan, pesan itu pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 Tingkat UIN Datokarama yang diikuti seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Peringatan tersebut mengajak sivitas akademika merefleksikan kembali peran strategis pendidik di tengah perubahan zaman.
“Di balik gelar akademik dan keilmuan yang tinggi, kita adalah guru bagi mahasiswa. Peran kita tidak berhenti di ruang kelas. Kita harus menjadi teladan moral dan pengembang karakter, karena karakter yang kuat adalah fondasi kemajuan bangsa,” tegas Lukman.
Pada kesempatan itu, Lukman membacakan sambutan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Ia menegaskan bahwa guru menjadi pilar utama pembangunan pendidikan.
Lukman juga mengutip sejarah Jepang pasca Perang Dunia II ketika Kaisar langsung menanyakan jumlah guru yang tersisa setelah bom atom menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki. Kaisar percaya bahwa dari tangan guru akan lahir para pemimpin bangsa.
Sambutan Menteri Agama mengingatkan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang.
Negara dapat memperbaiki kesalahan pada sektor lain dengan cepat, tetapi kesalahan pada pendidikan mengancam beberapa generasi.
Oleh karena itu, bangsa harus merancang sistem pendidikan nasional dengan pertimbangan matang dan visi kebangsaan yang kuat.
Pada bagian akhir, Lukman menegaskan kembali bahwa percepatan teknologi dan kecerdasan buatan tidak mampu menggantikan peran guru. Pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan budi pekerti.
Guru melahirkan pelbagai profesi. Dari ruang kelas dan bimbingan guru tumbuh dokter, ulama, dosen, pemimpin masyarakat, negarawan, serta generasi penerus bangsa.
Advertorial | Editor : Muh Taufan













