PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu membuka Pasar Ramadan 2026 di halaman Kantor Wali Kota Palu, Kamis (19/2/2026).
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu menyelenggarakan kegiatan tahunan ini.
Pemkot menghadirkan Pasar Ramadan untuk memberdayakan pelaku UMKM lokal selama bulan suci Ramadan.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengatakan, Pasar Ramadan tahun ini mengusung konsep berbeda dari tahun sebelumnya. Pemkot Palu menggandeng sejumlah mitra strategis untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Mitra tersebut berasal dari sektor perbankan, yakni Bank Indonesia, Bank Tabungan Negara, dan Bank Mandiri.
“Sebanyak 192 tenant UMKM mengikuti Pasar Ramadan tahun ini,” ujar Imelda kepada sejumlah jurnalis.
Panitia menghadirkan sistem pembayaran digital melalui QRIS sebagai salah satu inovasi. Bank Indonesia memfasilitasi penerapan sistem tersebut.
Masyarakat yang memindai (scan) QRIS sebesar Rp47 berhak memperoleh satu kupon senilai Rp3.000. Pengunjung dapat menggunakan kupon itu untuk berbelanja di area Pasar Ramadan.
Program ini mendorong peningkatan transaksi non-tunai sekaligus memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Pemkot juga memanfaatkan program ini untuk mengedukasi warga tentang literasi keuangan digital.
Sebanyak 192 tenant menawarkan beragam makanan, minuman, dan jajanan khas Ramadan.
Sejak hari pertama, warga memadati lokasi pasar. Mereka berburu takjil dan hidangan berbuka puasa.
Pemkot Palu meminta para pelaku usaha menjaga kualitas produk, kebersihan, dan keamanan pangan. Melalui langkah tersebut, Pemkot ingin memastikan Pasar Ramadan 2026 berjalan lancar dan aman serta memberi dampak positif bagi perekonomian UMKM lokal.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan














