PEMBANGUNAN masjid di area lingkar industri tidak hanya menjadi fasilitas ibadah. Pembangunan ini juga menjadi bagian dari strategi ESG yang holistik.
Huabao Indonesia merampungkan tiga masjid di kawasan lingkar industri. Perusahaan mengalokasikan investasi sekitar Rp11 miliar untuk proyek ini.
Tiga masjid tersebut yaitu Masjid Nurul Hasanah di Desa Tondo. Lalu Masjid Nurul Falah di Desa Ambunu. Serta Masjid Raudhatul Jannah di Desa Topogaro.
Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, meresmikan ketiga masjid tersebut. Peresmian berlangsung pada Rabu (18/3/2026).
Vice Director Huabao Indonesia, Gao Chunhua, menyatakan pembangunan masjid merupakan bagian dari program CSR. Program ini mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Pembangunan masjid ini menjadi wujud komitmen kami terhadap kehidupan sosial dan spiritual masyarakat,” ujar Gao dalam siaran pers, Sabtu (21/3/2026).
Gao menegaskan, perusahaan tidak hanya fokus pada industri dan ekonomi. Perusahaan juga mendorong pembangunan sosial, budaya, dan keagamaan.
Ia menilai, hubungan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sangat penting. Hubungan ini menjadi kunci keberhasilan kawasan industri.
Melalui program CSR, Huabao Indonesia terus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Program ini memberi manfaat nyata bagi desa lingkar industri.
Perusahaan juga mengapresiasi tokoh agama, panitia pembangunan, dan pemerintah desa. Perusahaan juga mengapresiasi masyarakat yang bergotong royong.
“Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi masyarakat yang harmonis dan religius,” imbuh Gao.
Apresiasi Pemerintah
Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, mengapresiasi langkah Huabao Indonesia. Ia menilai program CSR perusahaan memberi dampak positif.
Ia mengajak, masyarakat menjaga kebersamaan. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Iksan menegaskan investasi harus memberi manfaat nyata. Industri harus berjalan seiring dengan pembangunan sosial.
“Kita melihat perkembangan industri yang pesat. Namun, kita harus tetap memperhatikan persoalan sosial,” tegasnya.
Ia menyoroti nilai investasi pembangunan masjid. Total anggaran mencapai sekitar Rp11 miliar.
Menurutnya, pembangunan ini menunjukkan kolaborasi yang kuat. Perusahaan dan masyarakat bekerja bersama dalam proyek ini.
“Pembangunan ini menjadi bukti nyata kolaborasi para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Investasi tersebut memberi dampak positif bagi masyarakat. Fasilitas ibadah kini lebih memadai.
Masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Kehadiran masjid juga memperkuat kehidupan sosial.
Peresmian Masjid Nurul Hasanah di Desa Tondo menjadi simbol penting. Kemajuan industri kini berjalan seiring dengan pembangunan manusia.
Bermanfaat Bagi Warga
Kepala Desa Tondo, Iwan Bawi, juga menyampaikan apresiasi. Ia menilai pembangunan ini sangat bermanfaat bagi warga.
“Kami berterima kasih atas dukungan perusahaan. Fasilitas ini sangat membantu masyarakat,” tutupnya.














