Regional

Hilang di Gunung Dako Tolitoli, Dua Pendaki Masih Dicari Tim SAR

×

Hilang di Gunung Dako Tolitoli, Dua Pendaki Masih Dicari Tim SAR

Sebarkan artikel ini
Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli melakukan cek kesiapan sebelum operasi pencarian dua pendaki yang hilang di kawasan Gunung Dako, tepatnya di Desa Lakatan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Selasa (24/3/2026). Foto: HO/Basarnas Palu/Eranesia.id

DUA orang pendaki dilaporkan hilang di kawasan Gunung Dako, tepatnya di Desa Lakatan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Palu langsung mengerahkan tim untuk melakukan operasi pencarian.

Informasi kejadian diterima dari rekan korban, Reza, pada pukul 14.16 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 14.34 WITA dengan menggunakan kendaraan rescue.

Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 11.00 WITA, saat kedua korban bersama dua rekannya melakukan pendakian di Gunung Dako. 

Setibanya di Pos 3, dua korban memilih beristirahat karena kelelahan, sementara dua rekannya melanjutkan perjalanan ke puncak.

Namun, saat kedua rekan tersebut kembali ke Pos 3 sekitar pukul 13.00 WITA, kedua korban sudah tidak berada di lokasi. 

Upaya pencarian awal telah dilakukan di sekitar area, tetapi tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak SAR.

Kedua korban diketahui bernama Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18). Hingga saat ini, keduanya masih dalam pencarian.

Operasi SAR melibatkan pelbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli, aparat Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. 

Tim juga dilengkapi dengan pelbagai peralatan, seperti alat navigasi, peralatan jungle, komunikasi, medis, hingga perlengkapan evakuasi.

Kepala Kantor Basarnas Palu, Muh Rizal, menyatakan bahwa proses pencarian masih terus berlangsung.

“Perkembangan lebih lanjut akan segera disampaikan kepada publik,” tandasnya di Palu, Selasa (24/3/2026). 

Basarnas mengimbau para pendaki untuk selalu memperhatikan keselamatan, mempersiapkan perlengkapan secara matang, serta tidak memisahkan diri dari rombongan guna menghindari kejadian serupa.

Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan