Ekonomi

Kredit Tumbuh 9,96 Persen, OJK Nilai Industri Bank Masih Solid

×

Kredit Tumbuh 9,96 Persen, OJK Nilai Industri Bank Masih Solid

Sebarkan artikel ini
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. Dok: OJK/Eranesia.id

KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan kinerja industri perbankan nasional tetap solid. Sektor perbankan juga mencatat pertumbuhan positif dengan fundamental yang kuat.

Ia menjelaskan, lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch merevisi outlook sejumlah bank besar Indonesia, termasuk Himbara, ke negatif. Namun, perubahan ini tidak berasal dari penurunan kinerja bank.

Perubahan outlook sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif mendorong revisi tersebut. Kondisi ini juga mengikuti dinamika makroekonomi global yang memengaruhi persepsi risiko.

Dian menyebut peringkat lembaga atau perusahaan di suatu negara umumnya tidak melampaui peringkat sovereign. Karena itu, perubahan sovereign rating ikut berdampak pada sektor perbankan.

“Pada dasarnya industri perbankan nasional tetap positif. Pertumbuhan kredit pada Januari 2026 mencapai 9,96 persen (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 13,48 persen (yoy),” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Rabu (25/3/2026).

Ia menambahkan, kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL sebesar 2,14 persen. Permodalan juga kuat pada level 25,87 persen. Likuiditas perbankan juga memadai. Rasio AL/NCD mencapai 121,23 persen, AL/DPK 27,54 persen, dan LCR 197,92 persen. Seluruh indikator berada jauh di atas ketentuan minimum.

Dari sisi intermediasi, bank-bank besar seperti KBMI 4 dan Himbara mencatat pertumbuhan kredit double digit. KBMI 4 tumbuh 13,34 persen dan Himbara 13,43 persen. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga juga menguat. KBMI 4 tumbuh 16,32 persen, sedangkan Himbara 16,38 persen. Kondisi ini menunjukkan kepercayaan masyarakat tetap tinggi.

Ketahanan permodalan juga sangat kuat. CAR Himbara mencapai 20,32 persen, sedangkan KBMI 4 berada di level 22,33 persen. Kondisi ini memberi ruang ekspansi sekaligus memperkuat bantalan risiko.

Kualitas aset tetap terjaga. NPL gross berada di kisaran di bawah 1 persen hingga 3 persen. Loan at Risk (LaR) juga terkendali. Bank juga memperkuat pencadangan untuk menjaga kualitas kredit.

Sepanjang 2025, KBMI 4 dan Himbara mencatat laba yang positif. Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, kualitas aset, dan pengelolaan risiko.

Di tengah ketidakpastian global, Himbara tetap menjalankan fungsi intermediasi secara stabil. Perbankan juga mendukung pembiayaan sektor riil dan program prioritas pemerintah. OJK terus memperkuat pengawasan agar bank menerapkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

OJK menegaskan, penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat tidak langsung memengaruhi akses pendanaan bank. Saat ini, peringkat kredit KBMI 4 dan Himbara masih berada pada level investment grade dengan fundamental yang kuat.

Struktur pendanaan perbankan nasional masih didominasi Dana Pihak Ketiga domestik. Ketergantungan terhadap pendanaan eksternal juga relatif terbatas. Jika diperlukan, bank menyiapkan perhitungan kebutuhan pendanaan secara cermat, termasuk biaya dan manfaatnya.

OJK menghormati metodologi lembaga pemeringkat internasional. Namun, OJK menilai penyesuaian outlook bersifat sementara. Kondisi ini dapat berubah seiring perbaikan prospek ekonomi global dan domestik. Peluang kembali ke outlook stabil atau positif masih terbuka.

“OJK bersama para pemangku kepentingan, termasuk KSSK, terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan,” tandas Dian.

Rilis | Editor : Muh Taufan