BERDIRI dalam durasi panjang tanpa jeda istirahat merupakan kondisi yang sering terjadi dalam aktivitas kerja tertentu. Situasi ini membuat tubuh menahan beban dalam posisi statis dalam waktu lama.
Secara medis, kondisi tersebut dapat memberi tekanan berlebih pada otot, sendi, serta sistem peredaran darah. Jika dibiarkan, berbagai gangguan kesehatan dapat muncul.
Berikut sejumlah dampak yang dapat terjadi akibat terlalu lama berdiri:
- Kaki terasa nyeri dan pegal
Tekanan terus-menerus membuat otot kaki cepat lelah dan terasa sakit. - Terjadi pembengkakan pada kaki
Cairan tubuh dapat menumpuk di area kaki setelah berdiri terlalu lama. - Muncul risiko varises
Aliran darah yang tidak lancar dapat membuat pembuluh darah melebar. - Nyeri pada bagian punggung bawah
Beban tubuh yang ditopang terus-menerus memicu ketegangan otot punggung. - Gangguan pada sendi
Sendi lutut dan pergelangan kaki menerima tekanan berulang yang berlebihan. - Otot kaki mudah lelah
Aktivitas tanpa jeda membuat otot bekerja terus tanpa pemulihan. - Aliran darah menjadi tidak optimal
Sirkulasi darah dari kaki menuju jantung dapat melambat. - Meningkatkan risiko penggumpalan darah (DVT)
Kurangnya pergerakan dalam waktu lama dapat memicu kondisi ini. - Nyeri pada tumit
Tekanan berulang dapat menyebabkan peradangan pada area tumit. - Postur tubuh menjadi kurang ideal
Kebiasaan berdiri lama tanpa posisi yang benar dapat memengaruhi keseimbangan tubuh. - Muncul rasa pusing atau lemas
Gangguan aliran darah dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. - Produktivitas menurun
Rasa tidak nyaman dan kelelahan berdampak pada fokus dan kinerja.
Sumber : Alodokter/Hellosehat | Editor : Muh Taufan














