Ekonomi

MSCI Akui Langkah Reformasi OJK di Pasar Modal Indonesia

×

MSCI Akui Langkah Reformasi OJK di Pasar Modal Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (kiri) menilai pengakuan MSCI menjadi sinyal positif atas arah reformasi pasar modal Indonesia. Foto: HO/OJK/Eranesia.id

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif Update on Free Float Assessment of Indonesian Securities yang dirilis MSCI Inc. pada 20 April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut laporan tersebut menunjukkan pengakuan MSCI terhadap langkah strategis OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Langkah itu bertujuan memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.

Ia menjelaskan, reformasi pasar modal mencakup sejumlah kebijakan. Di antaranya peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, penguatan klasifikasi investor, penerapan High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float.

“Seluruh inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan tata kelola pasar, melindungi investor, dan memperkuat daya saing global pasar modal Indonesia,” ujar Hasan dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Rabu (22/4/2026).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai pengakuan MSCI menjadi sinyal positif atas arah reformasi pasar modal Indonesia.

“Ke depan, kami akan menjaga implementasi reformasi secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Kami juga memperkuat koordinasi dengan pelaku pasar global,” katanya.

MSCI saat ini melakukan asesmen lanjutan dengan menggunakan data baru dari berbagai inisiatif reformasi pasar modal Indonesia. MSCI juga menghimpun masukan dari pelaku pasar global.

Proses ini menjadi bagian dari Index Review MSCI pada Mei 2026 dan Market Accessibility Review pada Juni 2026.

OJK menilai proses tersebut sebagai momentum penting untuk menunjukkan efektivitas kebijakan reformasi. OJK juga optimistis langkah ini akan meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik investasi pasar modal Indonesia.

Sebagai bagian dari reformasi berkelanjutan, OJK terus menjalankan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal.

Fokusnya mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penegakan hukum, tata kelola, dan pendalaman pasar.

OJK meyakini reformasi ini akan membuat pasar modal Indonesia semakin dalam, likuid, dan kredibel. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi pasar modal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Rilis | Editor : Muh Taufan