PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu kembali turun langsung memantau kondisi wilayah. Mereka fokus pada kawasan Palu Selatan dan Palu Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan kebersihan dan drainase.
Tim menyusuri sejumlah ruas jalan di dua wilayah tersebut. Mereka meninjau beberapa titik, seperti Kelurahan Tatura Utara serta kawasan Lolu, Lolu Utara, dan Lolu Selatan.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyampaikan bahwa tim menemukan kondisi yang sama seperti pemantauan sebelumnya.
“Identifikasi yang kami lakukan dalam kunjungan ini masih sama seperti hasil sebelumnya,” ujarnya kepada sejumlah jurnalis, Rabu (23/4/2026).
Kegiatan ini juga menindaklanjuti surat edaran peduli lingkungan. Pemerintah kota telah menyampaikan edaran itu hingga tingkat kelurahan.
Hadianto menekankan peran lurah. Ia meminta para lurah segera menyosialisasikan edaran tersebut kepada masyarakat.
“Saya meminta seluruh lurah segera mengedarkan surat edaran peduli lingkungan kepada warga. Berikan juga penjelasan agar masyarakat memahami maksud dan tujuannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hadianto menegaskan, percepatan perubahan kota tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif.
“Kota ini harus berubah lebih cepat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Seluruh masyarakat harus ikut berpartisipasi,” jelasnya.
Pemkot Palu menargetkan penyelesaian persoalan kebersihan dan ketertiban tahun ini. Target itu akan mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
“Kami berharap tahun ini kami dapat menyelesaikan persoalan kebersihan dan ketertiban. Dengan begitu, kami bisa mendorong pembangunan dan memperkuat infrastruktur ekonomi secara optimal serta memberi dampak positif,” tandas Hadianto.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan














