OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat peran sektor jasa keuangan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang inklusif, produktif, dan tepat sasaran. Langkah ini difokuskan pada pengembangan sektor-sektor unggulan berbasis potensi lokal.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan sinergi lintas lembaga menjadi kunci percepatan pengembangan ekonomi daerah.
“OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta kementerian teknis harus bergerak bersama untuk mendukung percepatan pengembangan ekonomi daerah,” kata Friderica dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan, tantangan global saat ini tidak boleh mengurangi optimisme Indonesia.
“Justru saat ini kita harus membuktikan bahwa salah satu kekuatan Indonesia terletak pada kekuatan ekonomi daerah. Dengan sinergi dan kolaborasi, pertumbuhan daerah akan menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Friderica.
Friderica menjelaskan, sejak 2024 OJK menjalankan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Program ini mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui kolaborasi lintas sektor dan pembangunan ekosistem pendukung.
Hingga kini, OJK telah menjalankan program tersebut di 40 kabupaten dan kota dengan fokus pada sektor agrikultur dan ekonomi kreatif.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, mengatakan OJK terus memperluas jangkauan Program PED agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Kami terus mendorong perluasan PED agar mampu memberi kontribusi nyata bagi daerah melalui kolaborasi yang membangun ekosistem prioritas,” ungkapnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada pertumbuhan daerah.
“Pemerintah terus memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), mempercepat digitalisasi ekonomi, mendorong industri semikonduktor, hilirisasi, serta menyiapkan sumber daya manusia yang andal,” katanya.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mokhamad Misbakhun menilai sektor jasa keuangan berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, pembiayaan yang tepat sasaran akan memperkuat UMKM dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Saya mengapresiasi OJK yang terus mengonsolidasikan sektor jasa keuangan dengan pemerintah daerah melalui percepatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah,” ujar Misbakhun.
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menambahkan kolaborasi pusat dan daerah menjadi faktor utama dalam memperkuat ekonomi nasional.
“Ekonomi daerah yang kuat bukan hanya soal besarnya anggaran, tetapi kemampuan mengubah anggaran menjadi layanan, produktivitas, dan kesejahteraan,” sebutnya.
Potensi Daerah
Melalui Program PED, OJK memetakan potensi unggulan daerah, membangun kolaborasi terintegrasi, memperkuat kapasitas pembiayaan, dan meningkatkan pemanfaatan produk keuangan.
Di Sumatera Selatan, OJK mengembangkan ekosistem kopi. Di Jawa Timur, program difokuskan pada ekosistem susu sapi perah. Sementara Jawa Tengah mengembangkan komoditas padi, jagung, dan rajungan. Adapun di Jakarta, OJK mendorong sektor ekonomi kreatif, termasuk industri film dan konten kreatif.
Ke depan, OJK akan terus memperluas implementasi Program PED ke berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan pertumbuhan ekonomi nasional berbasis potensi daerah.













