Ekonomi

BI Sulteng Cetak Generasi Muda Peduli Rupiah

×

BI Sulteng Cetak Generasi Muda Peduli Rupiah

Sebarkan artikel ini
Kepala KPwBI Sulteng, Rony Hartawan berpose bersama peserta pemilihan Laskar Rupiah Sulteng 2025 di Palu. Dok. BI Sulteng

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah kembali menggelar ajang pemilihan Laskar Rupiah Sulawesi Tengah 2025 untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cinta, bangga, dan paham (CBP) dalam menggunakan rupiah.

Kompetisi ini mencetak generasi muda yang aktif mengedukasi masyarakat tentang sistem pembayaran non-tunai, khususnya QRIS, serta perlindungan konsumen.

Sebanyak 104 peserta dari pelbagai daerah seperti Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Morowali, Tolitoli, Poso, dan Banggai mengikuti kompetisi ini.

Mereka berasal dari pelbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, pelajar SMA, freelancer, influencer, desainer grafis, fotografer, dan pewarta berita.

Seleksi berlangsung dalam beberapa tahap, mulai dari pendaftaran, social media challenge (konten), mini bootcamp, hingga malam grand final.

Kepala KPwBI Sulteng, Rony Hartawan, mengatakan bahwa setelah seleksi ketat, panitia memilih 15 finalis terbaik dan memberikan pembekalan langsung dari Bank Indonesia.

“Para finalis akan bersinergi dengan Bank Indonesia dalam menyebarluaskan informasi terkait kebijakan bank sentral kepada masyarakat,” terangnya, Jumat (28/2/2025).

Selain mendapatkan pengalaman berharga, para pemenang kompetisi juga mengikuti program Bank Indonesia dan mewakili Sulteng dalam ajang pemilihan Duta CBP Rupiah tingkat nasional di Jakarta, dalam rangka Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) pada Agustus 2025.

Malam grand final di Ruang Kasiromu Bank Indonesia menjadi puncak acara. Panitia menobatkan Muh Khadafi sebagai juara pertama, diikuti oleh Fadel Muhammad di posisi kedua, dan Andi Yana Sastia di posisi ketiga.

Rony berpesan agar para finalis dan pemenang terus aktif menyebarluaskan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat.

“Semakin banyak generasi muda yang memahami sistem pembayaran dan literasi keuangan, semakin meningkat pula kesadaran masyarakat dalam menggunakan Rupiah secara bijak,” tandasnya. TAU/MUH