Ekonomi

OJK Pastikan Stabilitas Keuangan, Ekonomi Diprediksi Tumbuh 5%

×

OJK Pastikan Stabilitas Keuangan, Ekonomi Diprediksi Tumbuh 5%

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Dok. OJK/HO

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan bahwa keputusan Fitch Ratings mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level ‘BBB’ dengan Outlook stabil mencerminkan keyakinan global terhadap ketahanan ekonomi nasional.

“Penegasan peringkat kredit ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap stabilitas sektor keuangan Indonesia yang tetap terjaga. Kredibilitas kebijakan serta sinergi yang kuat antara Pemerintah, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya memperkuat kepercayaan tersebut,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (13/3/2025).

Mahendra menjelaskan, OJK terus memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan guna mendukung program prioritas pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

OJK menjalankan empat program prioritas 2025, yaitu penguatan kapasitas dan pengawasan sektor jasa keuangan (SJK), optimalisasi kontribusi SJK dalam mendukung target program prioritas pemerintah, pengembangan SJK untuk pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan, serta peningkatan efektivitas penegakan integritas dan perlindungan konsumen guna meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor.

“Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK berkomitmen memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan program Asta Cita,” ungkapnya.

Fitch Ratings menegaskan bahwa peringkat kredit Indonesia tetap berada di level ‘BBB’ dengan Outlook stabil, mencerminkan optimisme terhadap fundamental ekonomi nasional.

Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,0% pada tahun 2025.

Faktor pendorong pertumbuhan ini meliputi permintaan domestik yang kuat, belanja publik untuk proyek bantuan sosial dan infrastruktur, serta investasi swasta yang tetap positif setelah pemilu 2024.

Hilirisasi industri yang terus berkembang juga memperkuat optimisme ini. *OJK/TAU/MUH