MENJELANG satu hari bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga telur ayam di Kota Palu, Sulawesi Tengah, masih tergolong tinggi. Kurangnya pasokan dari produsen dan meningkatnya permintaan konsumen menjadi faktor utama melonjaknya harga di pasaran.
Pantauan di Pasar Inpres Manonda Palu, Rabu (18/2/2026), harga telur ayam ukuran besar dijual Rp70 ribu per rak, ukuran sedang Rp65 ribu per rak, dan ukuran kecil Rp58 ribu per rak.
Kondisi ini membuat sejumlah konsumen mengeluhkan mahalnya harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang bulan Ramadan.
Pedagang di pasar mengakui kenaikan harga telur sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
“Rata-rata telur naik Rp2 ribu per rak dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini membuat konsumen agak kesulitan membeli dalam jumlah banyak,” ujar salah satu pedagang, Hendra Rahman.
Menurut Hendra, tingginya harga juga dipicu pasokan yang terbatas dari peternak.
“Beberapa distributor mengatakan stok telur agak berkurang karena peternak menahan sebagian produksi untuk persiapan Lebaran,” tambahnya.
Kondisi ini berdampak pada konsumen yang berencana membeli dalam jumlah besar untuk kebutuhan buka puasa maupun sahur.
Sejumlah ibu rumah tangga mengatakan mereka harus menyesuaikan jumlah pembelian atau mencari alternatif menu lain.
“Kalau harga terus naik, kami terpaksa membeli lebih sedikit atau mengganti menu. Telur kan bahan pokok di rumah,” aku warga Palu, Nur Aisyah.
Ia berharap, pemerintah dapat memberikan intervensi agar harga bahan pokok, termasuk telur ayam, tetap terjangkau bagi masyarakat.
Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan













