Ekonomi

69 Tahun Astra: Menjadi Pohon Rindang untuk Indonesia

×

69 Tahun Astra: Menjadi Pohon Rindang untuk Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kantor Astra. Dok: Astra/Eranesia.id

PT Astra International Tbk (Astra) menegaskan komitmennya mendorong pembangunan Indonesia. Perusahaan melakukannya melalui berbagai inisiatif sosial dan bisnis yang berkelanjutan.

Selama 69 tahun perjalanan, Astra konsisten memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Perusahaan juga menjaga kualitas produk dan layanan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Memasuki usia hampir tujuh dekade, Astra terus memperkuat diversifikasi portofolio bisnis. Perusahaan juga memperkokoh sinergi di seluruh lini usaha dan menjaga pengalaman operasional puluhan tahun.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro menyatakan, perjalanan 69 tahun bukan hanya soal waktu. Perjalanan itu adalah tentang langkah-langkah perusahaan yang tumbuh bersama bangsa.

“Astra ingin menjadi pohon rindang, kuat, produktif, dan mampu menaungi masyarakat sekitar. Dua hal mendasar membentuk Astra hingga kini filosofi Catur Dharma dan people legacy,” ujar Djony, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (18/3/2026).

Filosofi Catur Dharma sebagai Fondasi Astra

Djony menekankan, Catur Dharma bukan sekadar prinsip tertulis. Filosofi ini menjadi panduan dalam setiap keputusan, kerja sama, dan langkah operasional Astra.

Nilai tersebut mendasari tujuan perusahaan untuk Sejahtera Bersama Bangsa. Catur Dharma juga menjadi kompas Astra dalam menyusun strategi. Salah satu wujudnya adalah 3P Roadmap Portfolio, People, dan Public Contribution.

“3P Roadmap menyeimbangkan kinerja dan keberlanjutan perusahaan. Roadmap ini juga memperkuat ketahanan Astra menghadapi tantangan saat ini dan di masa depan,” jelas Djony.

People Legacy: Mengembangkan Talenta dan Kepemimpinan

Selain nilai, Astra menekankan bahwa manusia adalah penggerak perusahaan. Perusahaan membangun kepemimpinan dan talenta melalui program pengembangan individu, rotasi lintas bisnis, dan penugasan dengan tanggung jawab besar.

Langkah ini memberi calon eksekutif pengalaman beragam dan kepemimpinan yang matang.

“Kami menyiapkan pemimpin masa depan dengan kemampuan, karakter, dan loyalitas tinggi. Fokus pada pengembangan orang menjadi kunci keberlanjutan Astra,” ungkap Djony.

Perkembangan Anak Perusahaan dan Karyawan

Sejak 2020, jumlah anak perusahaan Astra meningkat dari 236 menjadi 321 entitas. Saat ini, Astra didukung lebih dari 190.000 karyawan.

Astra beroperasi di tujuh lini bisnis utama: Otomotif & Mobilitas, Jasa Keuangan, Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, Agribisnis, Infrastruktur, Teknologi Informasi, dan Properti.

Djony menambahkan, tantangan masa depan tidak hanya teknis. Perusahaan juga menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan global.

Nilai yang kuat, semangat belajar, dan kemampuan beradaptasi menjadi fondasi agar Astra tetap tumbuh. Hal ini memastikan perusahaan terus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Perusahaan besar dibangun lintas generasi yang menghormati nilai-nilainya, mempertajam inti bisnis, dan siap menyongsong masa depan dengan keberanian,” tandas Djony.

Sumber : CNBC Indonesia | Editor : Muh Taufan