OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan inovasi keuangan digital berbasis Web3. Langkah ini mendukung penguatan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
Kedua lembaga membahas komitmen tersebut dalam pertemuan strategis di Kantor Ekraf, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) Indonesia menjadi kelas aset baru yang bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan komitmen OJK untuk mendukung inovasi sektor keuangan. Ia menyebut sinergi dengan Ekraf sebagai kunci pengembangan ekosistem digital.
“Kolaborasi antara OJK dan Ekraf mencerminkan sinergi strategis yang berkelanjutan dalam mendorong terciptanya inovasi baru di sektor keuangan digital,” kata Adi Budiarso dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, kedua lembaga menjalankan kerja sama melalui dua program utama, yaitu Infinity Hackathon OJK–Ekraf 2025 dan Infinity Accelerator 2026. Program Infinity Hackathon 2025 melahirkan berbagai solusi berbasis Web3 di bidang pembiayaan, transparansi, dan perlindungan karya kreatif.
Sementara itu, Infinity Accelerator 2026 mengusung tema Unlocking Indonesia’s Intellectual Property as a New Asset Class. Program ini mendorong transformasi kekayaan intelektual menjadi aset digital yang terverifikasi, terdigitalisasi, dan layak investasi.
Program ini juga menghubungkan teknologi blockchain dengan kebijakan sektor keuangan untuk menciptakan pasar IP yang lebih likuid dan kredibel.
“Melalui kesinambungan program ini, OJK memperkuat ekosistem inovasi Web3 dan blockchain. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing,” ujar Adi.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut kerja sama tersebut. Ia menilai transformasi kekayaan intelektual menjadi aset baru sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi kreatif nasional.
“Melalui kolaborasi dengan OJK, kami ingin memastikan inovasi Web3 berkembang dengan dukungan regulasi yang kuat. Harapannya, inovasi ini memberi manfaat nyata bagi kreator dan pelaku industri,” kata Riefky.
Dalam pertemuan itu, kedua lembaga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Mereka membahas kebijakan teknologi blockchain, aset kripto, dan model pembiayaan digital di sektor ekonomi kreatif.
Buka Peluang Baru
Kolaborasi ini diharapkan mempercepat transformasi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia ke arah digital yang inklusif, transparan, dan berdaya saing global. Upaya ini juga membuka peluang baru bagi pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Pertemuan itu menghadirkan Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan IAKD OJK Djoko Kurnijanto, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Ekraf Muhammad Neil El Himam, serta perwakilan startup peserta program.
Tiga startup, yaitu Libere, Invinsible Funds, dan Alterfun, juga mempresentasikan model inovasi mereka dalam forum tersebut.
Rilis | Editor : Muh Taufan














