Ekonomi

Distribusi Terlambat, Harga Minyakita di Sulteng Naik

×

Distribusi Terlambat, Harga Minyakita di Sulteng Naik

Sebarkan artikel ini
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri Pakke. Foto: Rusdia/Eranesia.id

HARGA minyak goreng merek Minyakita di sejumlah pasar Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri Pakke, mengakui distribusi minyak goreng sempat melambat pada Maret hingga awal April 2026.

Kondisi itu terjadi karena Bulog fokus menyiapkan penyaluran bantuan pangan dalam jumlah besar.

“Pada Maret sampai awal April, penyaluran agak lambat karena kami fokus pada distribusi bantuan pangan,” ujarnya kepada Eranesia.id, Sabtu (18/4/2026).

Jusri menyebut, harga Minyakita di tingkat mitra pengecer Bulog berada pada kisaran Rp16.000–Rp17.000 per liter.

Meski demikian, Bulog memastikan distribusi kini kembali normal. Dalam 10 hari terakhir, Bulog telah melakukan penyaluran ke seluruh kabupaten di Sulteng. 

“Kami sudah turun langsung menyalurkan ke daerah. Harapan kami, dalam minggu ini harga bisa turun ke sekitar Rp15.700 per liter,” ungkapnya. 

Jusri mengimbau, masyarakat membeli minyak goreng di mitra pengecer resmi Bulog. Mitra resmi tersebut biasanya memasang spanduk kerja sama dan menawarkan harga lebih terjangkau.

“Pembelian di mitra resmi Bulog lebih murah. Mereka tersebar di pasar-pasar tradisional di Kota Palu,” jelasnya.

Jusri menyebutkan, harga lebih tinggi biasanya muncul pada pedagang non-mitra karena tidak memperoleh pasokan langsung dari Bulog.

Dari sisi stok, Bulog memastikan ketersediaan minyak goreng masih aman. Stok di gudang Bulog Sulteng tercatat 613.319 liter. Total stok di seluruh Sulteng mencapai 1.160.165 liter.

Jusri juga menjelaskan Minyakita memiliki dua jenis kemasan, yaitu pouch berdiri dan kemasan bantal. Perbedaan harga muncul karena perbedaan produsen.

“Jenis pouch berdiri biasanya lebih mahal karena diproduksi pihak swasta. Bulog fokus pada kemasan bantal,” ujarnya.

Jusri menambahkan, Bulog menjalankan penugasan distribusi Minyakita secara nasional sebesar 35 persen. Sementara 65 persen lainnya dikelola pihak swasta.

“Bulog fokus pada penugasan 35 persen, khususnya minyak goreng kemasan bantal,” pungkasnya.

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan