Ekonomi

Pemprov Sulteng: ERB 2026 Bukti Nyata Kehadiran Negara di Pulau Terluar

×

Pemprov Sulteng: ERB 2026 Bukti Nyata Kehadiran Negara di Pulau Terluar

Sebarkan artikel ini
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulteng, Rudi Dewanto (dua dari kiri). Foto: Rusdia/Eranesia.id

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengapresiasi sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah (KPwBI Sulteng) dan TNI Angkatan Laut. Kerja sama kedua pihak ini berhasil menghadirkan program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.

Program tersebut menjadi wujud nyata komitmen negara bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Melalui langkah ini, negara memastikan mereka memperoleh uang Rupiah layak edar.

Apresiasi ini disampaikan oleh Asisten II Pemprov Sulteng, Rudi Dewanto. Beliau hadir mewakili Gubernur Sulteng, Anwar Hafid. Acara pelepasan Tim ERB tersebut berlangsung di Pelabuhan Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (7/7/2026).

“Pemprov Sulteng mengapresiasi setinggi-tingginya jajaran KPwBI Sulteng bersama TNI Angkatan Laut. Kami berterima kasih atas sinergi dalam menghadirkan layanan kas kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rudi, Rupiah bukan sekadar alat pembayaran yang sah. Mata uang ini melainkan juga merupakan simbol kedaulatan, identitas bangsa, serta perekat persatuan Indonesia.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan negara dan identitas bangsa kita. Oleh karena itu, kehadiran uang layak edar hingga ke pulau terluar membuktikan kehadiran negara secara nyata bagi seluruh rakyat,” ungkapnya.

Rudi menilai ERB 2026 menjadi bukti nyata pemerataan pelayanan publik. Sebab, pemerintah harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal ini termasuk warga di wilayah kepulauan dan kawasan terpencil.

Di samping itu, ia mengajak pemerintah kabupaten, aparat keamanan, dan sektor perbankan untuk mendukung Bank Indonesia. Pasalnya, dukungan semua pihak sangat penting untuk menjaga stabilitas sistem pembayaran.

“Ekspedisi tahun ini membuktikan pelayanan publik harus terus hadir bagi seluruh masyarakat. Maka dari itu, kami mengajak semua pihak mendukung program Bank Indonesia,” tegasnya.

Jalankan Amanah

Rudi menyampaikan pesan penting kepada tim ekspedisi. Dirinya meminta tim menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan profesionalisme. Selain itu, mereka harus selalu mengutamakan keselamatan selama pelayaran.

“Selamat bertugas kepada seluruh Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat. Laksanakan amanah ini dengan penuh dedikasi dan selalu utamakan keselamatan selama pelayaran hingga kembali,” pesannya.

15 Tim Ekspedisi

Tahun ini Bank Indonesia memberangkatkan 15 personel tim ekspedisi. Mereka menggunakan KRI Lumba-Lumba 881 milik TNI Angkatan Laut. Kapal ini digunakan untuk mendistribusikan uang layak edar.

Seluruh unsur yang hadir menutup rangkaian kegiatan dengan prosesi pelepasan kapal. Prosesi ini menandai dimulainya pelayaran Tim ERB menuju wilayah sasaran 3T di Sulawesi Tengah. Di antaranya adalah wilayah Wakai, Walea Kepulauan, Salakan, Banggai, dan Bokan Kepulauan.