EkonomiNasional

Edukasi Mahasiswa Batam, OJK Ingatkan Risiko FOMO dalam Investasi Digital

×

Edukasi Mahasiswa Batam, OJK Ingatkan Risiko FOMO dalam Investasi Digital

Sebarkan artikel ini
Kepala Eksekutif Pengawas ITSK OJK, Adi Budiarso. Dok: Humas OJK

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/2026). Acara ini melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari enam perguruan tinggi. Tujuannya membekali generasi muda terkait peluang dan risiko keuangan digital.

Kepala Eksekutif Pengawas ITSK OJK, Adi Budiarso, menyampaikan imbauan penting. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar ikut arus (Fear of Missing Out/FOMO).

Ia menegaskan pentingnya memahami mekanisme serta risiko sebelum berinvestasi. Langkah ini penting demi keamanan transaksi digital.

Pertumbuhan ekosistem keuangan digital di Indonesia tergolong sangat pesat. Per Juli 2026, pengguna aset kripto mencapai 22,93 juta akun. Nilai transaksinya menembus angka Rp171,12 triliun.

“Selain itu, transaksi PAJK menembus Rp15,35 triliun dari 19 juta pengguna,” kata Adi kepada Eranesia.id, Selasa (1/9/2026).

OJK juga mengenalkan inovasi teknologi terkini. Materi mencakup tokenisasi Real-World Assets (RWA), stablecoin, hingga Regulatory Sandbox.

OJK mengimbau generasi muda selalu menggunakan platform legal. Hal ini penting untuk mencegah risiko penipuan digital.