Ekonomi

IMIP, Pionir Kesetaraan Gender dalam Industri Nikel Indonesia

×

IMIP, Pionir Kesetaraan Gender dalam Industri Nikel Indonesia

Sebarkan artikel ini
Karyawan perempuan PT IMIP. Dok: NunaNunu

PT INDONESIA Morowali Industrial Park (IMIP) menawarkan peluang kerja yang luas bagi lulusan universitas di seluruh Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan pesat kawasan industri ekstraktif berbahan dasar nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, inisiatif ini menjadi semakin relevan.

Dari total 83.676 karyawan, sekitar 17.000 di antaranya perempuan. Meskipun sektor ini sering dianggap sebagai “pekerjaan lelaki,” IMIP tetap terbuka bagi perempuan yang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Salah satu posisi yang ditawarkan mencakup pengoperasian alat berat untuk distribusi material produk olahan nikel.

Lidya Eka Saputri (29), seorang operator hoist crane di Departemen HAPL PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy (IRNC), bekerja di posisi ini sejak 2018. Dalam rutinitasnya, Lidya menjalani tugas berdasarkan tiga jadwal gilir (shift): pagi (08.00-16.00 WITA), sore (16.00-00.00 WITA), dan malam (00.00-08.00 WITA).

Setiap hari, ia mengoperasikan hoist crane berdimensi 1,5 meter x 2 meter x 2 meter selama 8–12 jam, serta memindahkan beban muatan berbobot 11 ton hingga 35 ton.

“Setelah menjalani training selama sekitar 3 bulan, saya bisa mengoperasikannya. Kami naik ke kabin dan melihat komponen alat. Awalnya susah, tetapi lama-kelamaan saya bisa,” ungkap Lidya dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id di Palu, Kamis (3/10/2024).

Agnes Priska Adelaide (32), juga seorang operator hoist crane, mengaku bertahan tujuh tahun di PT IRNC berkat lingkungan kerja yang ramah dan positif. “Tidak ada toksisitas antarsesama karyawan dan atasan. Pengawas dari TKA Cina juga baik, sehingga membuat kami merasa nyaman saat bekerja,” ungkapnya.

Indriani, karyawan divisi Control Room di Departemen Environmental PT QMB New Energy Material, menambahkan, bahwa atasan lelaki tidak pernah membeda-bedakan pekerjaan berdasarkan jenis kelamin. Ia merasa karyawan perempuan tidak minder di lingkungan kerja.

“Kepala departemen kami menjalankan sikap demokratis. Jika ada lelaki yang lebih berpengetahuan, mereka dianjurkan untuk membagikan ilmu kepada rekan perempuan,” ujarnya.

Prinsip Kesetaraan

HR Head PT IMIP Achmanto Mendatu menjelaskan, manajemen perusahaan mengutamakan prinsip kesetaraan bagi seluruh pekerja.

“Kami membuat kebijakan tanpa diskriminasi. Gaji dan sistem kerja sama antara pekerja perempuan dan lelaki tetap setara,” katanya.

Dengan komitmen yang kuat untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, PT IMIP berupaya memberdayakan perempuan dalam sektor industri. CAE