WARGA Binaan Pemasyarakatan (WBP) Sulawesi Tengah memukau pengunjung dengan kerajinan tangan dalam Indonesia Prison Products and Art Festival (IPPAFest) 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Warga lokal dan wisatawan mancanegara antusias membeli produk yang Ditjenpas Sulteng tampilkan di booth.
Kanwil Ditjenpas Sulteng menampilkan anyaman lidi, kain tenun Donggala, dan miniatur kapal dari rotan. Setiap karya menyampaikan pesan harapan, perubahan, dan semangat untuk berkembang.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menyatakan bahwa IPPAFest memberi ruang bagi warga binaan untuk menunjukkan hasil pembinaan kemandirian lapas dan rutan Sulawesi Tengah.
“Kami ingin masyarakat melihat potensi besar yang warga binaan miliki. Mereka bisa berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Rabu (23/4/2025).
Bagus dan timnya mendorong peningkatan kualitas produk berbasis potensi lokal, menggunakan bahan seperti rotan, serat alam, dan limbah daur ulang untuk memperkuat UMKM di Sulawesi Tengah.
“Kami ingin produk ini tidak hanya laku, tapi juga membawa nilai seni dan cerita. Kami akan terus mendorong produk warga binaan agar bisa bersaing di pasar nasional dan internasional,” tandasnya.
Bangun Kerjasama
Kanwil Ditjenpas Sulteng juga bekerja sama dengan pelaku industri kreatif dan platform digital untuk memperluas pasar produk warga binaan.
IPPAFest 2025 mempertemukan puluhan lapas dan rutan dari berbagai daerah di Indonesia. Festival ini membuktikan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan menghasilkan karya berkualitas dan perubahan nyata. *TAU/MUH













