PEMERINTAH mendorong percepatan pengembangan peternakan sapi nasional dengan mendatangkan sapi bakalan dari luar negeri. Brasil menjadi salah satu sumber utama pasokan ternak untuk program ini.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, sebagian sapi bakalan yang masuk ke Indonesia berasal dari Brasil.
“Ada yang dari Brasil. Beberapa sudah mulai datang ke Indonesia,” ujar Amran dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (5/3/2026).
Jumlah sapi bakalan yang didatangkan diperkirakan mencapai 50.000 hingga 100.000 ekor. Penambahan ini diharapkan memperkuat populasi ternak dan mendongkrak produksi daging sapi dalam negeri.
Selain mendatangkan sapi, pemerintah juga membangun kawasan peternakan di beberapa daerah.
Amran menyebut, proyek ini sudah memasuki tahap awal setelah dilakukan peletakan batu pertama di lima lokasi.
“Sudah bergerak, sudah groundbreaking. Sudah ada di lima tempat,” ungkapnya.
Peningkatan produksi ternak menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor daging.
Program ini merupakan bagian dari proyek peternakan terintegrasi yang melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Setiap paket pengembangan diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar Rp2,4 triliun.
Pemerintah membangun ekosistem peternakan yang lengkap, mulai dari penggemukan sapi, pabrik pakan, hingga pengelolaan lahan rumput.
Model integrasi ini dirancang untuk menjaga ketersediaan pakan, kesehatan ternak, serta pasokan daging dan susu secara berkelanjutan.
Selain sapi, pemerintah memperluas pembangunan peternakan ayam untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Proyek ini juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tahap awal pembangunan peternakan ayam mencakup 12 lokasi, dengan rencana ekspansi ke 18 titik tambahan, termasuk di Jawa Timur, Lampung, dan Kalimantan.
Pemerintah juga menyiapkan bibit ayam atau day old chick (DOC) untuk memastikan pasokan stabil bagi peternak kecil.
Sumber : CNBC Indonesia | Editor : Muh Taufan














