KABAR melegakan datang bagi jemaah calon haji Indonesia. Pemerintah memastikan jadwal keberangkatan haji 2026 tetap sesuai rencana. Kondisi ini tetap berlaku meski ketegangan geopolitik global, termasuk antara Amerika Serikat dan Iran, masih berlangsung.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa hingga kini tidak ada pihak yang mengubah jadwal. Ia juga menyatakan tidak ada gangguan dalam persiapan keberangkatan.
“Sampai saat ini masih sesuai jadwal. Mudah-mudahan hingga keberangkatan 22 April nanti tidak ada perubahan,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Rabu (25/3/2026).
Irfan menyebut seluruh pihak menyiapkan akomodasi, transportasi, dan pendanaan secara matang untuk mendukung kelancaran ibadah haji.
Selain itu, ia memastikan transportasi udara tetap beroperasi normal. Maskapai masih melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi.
“Tidak ada penghentian penerbangan. Masih ada direct flight ke Arab Saudi. Mudah-mudahan kondisi ini terus aman,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah terus menjalin komunikasi dengan otoritas haji Arab Saudi. Langkah ini menjaga kelancaran seluruh rangkaian penyelenggaraan.
“Kami terus berkomunikasi dengan Kementerian Haji Saudi. Sampai saat ini mereka menyampaikan tidak ada perubahan jadwal,” tegas Irfan.
Terkait kuota, pemerintah menetapkan jemaah lanjut usia mendapat porsi sekitar lima persen dari total kuota nasional.
Tidak hanya haji, pemerintah juga memastikan pelaksanaan umrah berjalan aman. Pemerintah memperketat pengawasan, terutama terkait kepulangan jemaah ke Indonesia.
Untuk itu, pemerintah mengumpulkan para penyelenggara perjalanan ibadah. Langkah ini memperkuat koordinasi dan menjamin kelancaran perjalanan jemaah.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap kondisi global tetap stabil. Harapan ini agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Sumber : Kompas.com | Editor : Muh Taufan














