Politik

Dukungan Warga Parigi Moutong Mengalir untuk Anwar-Reny di Pilkada Sulteng

×

Dukungan Warga Parigi Moutong Mengalir untuk Anwar-Reny di Pilkada Sulteng

Sebarkan artikel ini
Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar-Reny berdiri di hadapan warga memberikan pidato saat mengikuti deklarasi di Desa Towera, Kecamatan Siniu, Parigi Moutong, Jumat (13/9/2024). Foto: Tim Media BERANI

SEJUMLAH warga Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyatakan dukungan untuk bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Anwar Hafid-Reny A Lamadjido di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

Pelbagai alasan mendorong warga mendukung pasangan dengan tagline BERANI (Bersama Anwar-Reny).

Salah satu alasannya adalah Anwar yang telah membantu masyarakat menyelenggarakan turnamen bola voli.

Selain itu, beberapa warga Parigi Moutong memiliki hubungan struktural dengan Anwar melalui organisasi keagamaan Alkhairaat.

“Kami di Kasimbar adalah Abnaul Alkhairaat, jadi secara organisasi kami memiliki hubungan emosional dengan Pak Anwar Hafid. Itulah sebabnya dua tim bakal calon bupati yang berbeda bisa bersatu untuk memenangkan Anwar-Reny di Pilkada Sulteng,” ujar Ridha, warga Kasimbar, Parigi Moutong, Sabtu (14/9/2024).

Warga Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Saharia menilai semua kandidat Pilkada Sulteng bagus.

“Tapi saya lebih memilih pasangan Anwar-Reny,” tegasnya.

Menurut Saharia, ketertarikannya pada Anwar-Reny muncul karena program-program mereka menjawab keresahan warga, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan gratis.

“Program Pak Anwar sangat baik. Ada pendidikan dan kesehatan gratis, itulah yang saya tahu. Apalagi saya punya tujuh cucu yang pasti butuh pendidikan nanti. Karena itu, saya dan keluarga memilih mereka,” ungkapnya.

Wanita yang sehari-hari berjualan nasi kuning di Tada itu juga sudah mengenal Anwar-Reny melalui informasi di baliho dan media sosial.

“Saya tahu mereka. Saya mengenal Ibu Reny saat dia menjabat sebagai Direktur RSU Anutapura Palu,” ungkapnya.

Saharia juga menceritakan pengalamannya pada 2005 ketika mengalami keguguran dan pendarahan hingga harus dirawat di RSU Anutapura.

Saat itu, meskipun bukan Reny yang menangani langsung, Reny memerintahkan stafnya untuk memberikan pelayanan.

Saharia pun menilai Reny sebagai orang yang baik dan ramah.

“Harapan saya, semoga Pak Anwar dan Ibu Reny ditakdirkan memimpin daerah ini dan berkomitmen dengan program-program mereka,” tandasnya. ADV/KEI