Politik

Anwar-Reny Komitmen Berdayakan Pengusaha Lokal 

×

Anwar-Reny Komitmen Berdayakan Pengusaha Lokal 

Sebarkan artikel ini
Anwar Hafid dan Reny A Lamadjido memperlihat simbol nomor dua di Palu, Senin (23/9/2024). Foto: Tim Media BERANI

DALAM beberapa tahun terakhir, puluhan pengusaha lokal di Sulawesi Tengah, mengungkapkan kekecewaan mereka karena tidak pernah terlibat dalam proyek-proyek besar nasional yang ada di provinsi tersebut. 

Meskipun anggaran triliunan rupiah dialokasikan pasca bencana 28 September 2018, pengusaha lokal justru terpinggirkan, sering kali hanya berperan sebagai subkontraktor dengan pembayaran yang tidak tepat waktu, atau bahkan tidak dibayar sama sekali.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur nomor urut 2, Anwar Hafid – Reny A Lamadjido. 

Mereka berkomitmen untuk mendorong dan memberdayakan pengusaha lokal dalam pengadaan proyek di Sulteng. 

Anwar mengatakan, penting melibatkan pengusaha lokal yang memahami kondisi daerah mereka sendiri, serta merekomendasikan agar pemerintah pusat mengutamakan pengusaha lokal dalam proses tender proyek infrastruktur.

“Jika proyek-proyek nasional dimenangkan oleh BUMN, pemerintah daerah harus memastikan pengusaha lokal dapat dilibatkan,” terangnya. 

Anwar menegaskan, jika mereka diamanahkan sebagai pemimpin Sulteng lima tahun kedepan, mereka akan memperjuangkan kontrak yang jelas dan pembayaran yang tepat waktu untuk mencegah monopoli oleh pengusaha luar,” tandasnya. 

Salah satu pengusaha lokal, Salma Rahman, menyambut baik inisiatif Anwar dan Reny. 

Ia menyebutkan, pengusaha lokal memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan pengusaha luar. 

Hal senada diungkapkan oleh Hardi Yambas, Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulteng, yang menyatakan bahwa pasangan calon ini merupakan satu-satunya yang memiliki konsep pemberdayaan pengusaha lokal yang kuat.

Harapan besar kini tertuju kepada Anwar-Reny, agar mereka dapat memberikan peran lebih kepada pengusaha lokal dalam pembangunan Sulteng di masa mendatang. ADV/KEI