Regional

Gotong Royong Warga dan Pemerintah Pulihkan Akses Jalan Kulawi Bersaudara

×

Gotong Royong Warga dan Pemerintah Pulihkan Akses Jalan Kulawi Bersaudara

Sebarkan artikel ini
Dok. Dinas Binamarga Sulteng

WARGA menggunakan batang kelapa sebagai pengganti jembatan yang ambruk di jalur penghubung antara Kecamatan Kulawi dan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (11/3/2025). Langkah ini untuk mengantisipasi isolasi 25 desa di dua kecamatan tersebut.

Jembatan dengan bentangan 4 meter tersebut ambruk, Senin (10/3/2025) pukul 20.00 WITA di Desa Marena, Kecamatan Kulawi, akibat luapan air Sungai Halu Nongi mengikis tiang penyangga/pondasi jembatan.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Binamarga Sulteng, Asbudianto, membenarkan bahwa kendaraan roda dua dan empat sudah dapat melalui jalur antara Kulawi dan Kulawi Selatan berkat kerjasama antara masyarakat dengan Dinas Pekerjaan Umum Sigi dan Dinas Binamarga Sulteng.

“Hanya saja masih rawan karena hanya menggunakan batang kelapa. Insya Allah, Rabu (12/3/2025) kami segera mengambil tindakan perbaikan yang lebih baik lagi agar pengguna jalan dapat melalui jembatan itu dengan aman,” terangnya dalam pernyataan resmi yang Eranesia.id terima.

Asbudianto menambahkan, bahwa terkait program Gubernur Anwar Hafid, Berani Lancar, Dinas Binamarga Sulteng telah mengusulkan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen.

“Kita tetap akan membangun jembatan permanen karena yang ada sekarang masih jembatan darurat yakni batang kelapa. Sebelumnya kami sudah mengusulkan anggaran pembangunan jembatan penghubung Kulawi dan Kulawi Selatan itu,” ungkapnya.

Jembatan yang ambruk tersebut sempat mengisolasi 25 desa di dua kecamatan.

Di Kecamatan Kulawi Selatan terdapat 12 desa yang terisolir, yakni Desa Gimpu, Desa Lawua, Desa Lempelero, Desa Pilimakijawa, Desa Salutome, Desa Tompi Bugis, Desa Tomua, Desa Palamaki, Desa Watukilo, Desa Wangka, Desa Oo, dan Desa Moa.

Sementara di Kecamatan Pipikoro terdapat 13 desa yang terisolir, yakni Desa Peana, Desa Mapahi, Desa Murui I, Desa Lawe, Desa Poluroa, Desa Pelempea, Desa Porelea II, Desa Kalamanta, Desa Perelea, Desa Mamu, Desa Tuwo Tanijaya, Desa Masewo, dan Desa Kantewu. *TAU/MUH