KEPEMIMPINAN Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur, Reny A Lamadjido mendapat sorotan positif di masa 100 hari kerja pertama mereka.
Pengamat politik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Muhammad Khairil, menilai program Anwar-Reny berjalan sesuai target dan menunjukkan progres signifikan.
“Seratus hari memang waktu singkat, tapi arah pergerakan mereka cukup progresif. Prinsipnya, capaian sejauh ini sesuai visi-misi mereka saat kampanye,” ujar Khairil dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Sabtu (31/5/2025).
Program unggulan seperti berani cerdas dan berani sehat sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulteng.
Hingga akhir Mei 2025, lebih dari 80.000 siswa mendaftar program berani cerdas, sementara layanan kesehatan gratis berbasis KTP berjalan di RS Undata dan RS Madani.
“Pak Anwar menunjukkan komitmen kuat terhadap kemajuan masyarakat Sulteng dengan program yang langsung menyentuh kehidupan rakyat,” kata Khairil.
Pemerintahan Anwar-Reny juga mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung program-program tersebut.
Di antaranya, berani cerdas Rp173,5 miliar, berani sehat Rp29,7 miliar, berani lancar (infrastruktur jalan) Rp52,5 miliar, berani tangkap banyak (perikanan) Rp2,8 miliar, berani menyala (kelistrikan desa) Rp15 miliar, dan berani panen raya (pertanian) Rp15,8 miliar.
Khairil menyebut langkah ini sebagai bukti keberpihakan Anwar-Reny kepada rakyat kecil.
“Ini modal penting untuk pembangunan lima tahun ke depan,” tegasnya. *TAU/MUH













