GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi konsultan kelistrikan tenaga air dan manajemen PT Sintech Indonesia Power. Mereka membahas peluang investasi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di wilayah itu.
Pertemuan di ruang kerja Gubernur itu juga menghadirkan dua mantan petinggi PLN, Makmur Jaya Abdullah dan Amihwnuddin.
Mereka menekankan pentingnya pengembangan PLTA sebagai sumber energi bersih dan ramah lingkungan di kawasan industri strategis seperti Morowali dan Palu.
Makmur Jaya mendorong Pemerintah Sulawesi Tengah untuk mengambil alih izin penyediaan listrik di daerah industri.
Menurutnya, langkah ini bisa memperkuat pasokan energi dan meningkatkan efisiensi serta kemandirian energi daerah.
Perwakilan PT Sintech Indonesia Power, Horisworo Adhi, memaparkan portofolio perusahaan yang berbasis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sintech mengembangkan PLTA skala menengah dan kecil, cold storage bertenaga surya, instalasi listrik tegangan menengah, dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS).
Horisworo juga menguraikan pelbagai tantangan pembangunan PLTA di Indonesia. Ia menyebut, proses studi kelayakan yang memakan waktu lama, kebutuhan pendanaan besar, isu lahan dan sosial, serta kendala regulasi seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Untuk menjawab tantangan itu, Sintech menyiapkan strategi mitigasi. Mereka menawarkan studi independen, skema pendanaan kreatif, pelibatan masyarakat, dan desain konstruksi tahan longsor.
Horisworo juga menampilkan beberapa proyek yang telah mereka tangani. Antara lain PLTA Cirata (1.008 MW), Upper Cisokan Pumped Storage (1.040 MW), dan PLTA Batang Toru yang menggunakan pendekatan konservasi sosial dan lingkungan.
Gubernur Anwar Hafid merespons positif seluruh paparan tersebut. Ia langsung memerintahkan Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tengah, Ajenkris, untuk meninjau Sungai Gumbasa yang menjadi lokasi rencana pembangunan PLTA baru.
“Energi bersih adalah masa depan. Kalau proyek ini layak, kita dorong secepatnya agar industri terus berkembang tanpa merusak lingkungan,” tegasnya.
Rencana pembangunan PLTA di Sungai Gumbasa mencerminkan komitmen Sulteng terhadap transisi energi bersih.
Proyek ini akan memperkuat kemandirian energi, menekan biaya listrik, dan menjamin pasokan berkelanjutan bagi masyarakat serta industri. ADV/TAU/MUH













