GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar sebagai penguatan ekonomi masyarakat provinsi itu.
Dorongan tersebut Anwar sampaikan saat mengunjungi kompleks budidaya ikan nila dan sidat di Kampung Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Jumat (16/1/2026).
Kunjungan itu menjadi bagian dari implementasi program Berani Tangkap Banyak, yang tidak hanya menyasar sektor kelautan, tetapi juga pengembangan ekonomi darat berbasis potensi lokal.
“Program ini membuka peluang besar. Kita tidak hanya bicara tangkap ikan di laut, tetapi juga budidaya di darat,” ujar Anwar dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Sabtu (17/1/2026).
Melalui program tersebut, politisi Partai Demokrat mendorong setiap daerah di Sulteng memiliki kawasan khusus budidaya ikan air tawar.
Ia menilai sektor ini dapat menjadi sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki lahan dan sumber air memadai.
Anwar juga mengungkapkan rencana pengembangan kawasan budidaya berbasis kampung tematik. Pemprov Sulteng akan mengusulkan pembentukan kampung tematik budidaya ikan di Kelurahan Petobo, Kota Palu, dan Desa Mpanau, Kabupaten Sigi.
“Kita ingin ada lokasi khusus budidaya nila dan sidat, sehingga masyarakat bisa mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Anwar menegaskan, program Berani Tangkap Banyak tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, program ini membuka lapangan kerja dan menambah penghasilan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan













