SETELAH penantian panjang selama bertahun-tahun, Jembatan Palu IV akhirnya resmi beroperasi. Pemerintah menggelar kegiatan open traffic di lokasi jembatan, Jumat (13/2/2026).
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Wali Kota Palu, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah menghadiri acara tersebut.
Perwakilan Polda Sulawesi Tengah, Japan International Cooperation Agency (JICA), serta sejumlah pemangku kepentingan juga ikut hadir.
Wakil Gubernur Reny A Lamadjido menegaskan, peresmian Jembatan Palu IV menjadi momentum penting bagi masyarakat Palu dan sekitarnya.
“Hari ini menjadi momentum bersejarah karena Jembatan IV telah terbangun dan resmi dapat digunakan,” ujarnya.
Reny menyampaikan, keyakinannya terhadap kualitas konstruksi jembatan tersebut. Ia menyatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama BPJN membangun jembatan dengan standar tinggi.
“Saya yakin Kementerian PUPR bersama BPJN membangun jembatan ini secara kokoh dan memenuhi standar keamanan,” tambahnya.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang S Razak, menilai pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan penghubung antarwilayah.
“Infrastruktur ini akan memperlancar arus transportasi. Kehadirannya juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat konektivitas sosial dan budaya masyarakat,” jelasnya.
Menurut Bambang, Jembatan Palu IV menjadi simbol kebangkitan dan harapan. Jembatan ini juga merepresentasikan semangat persatuan masyarakat setelah gempa dan tsunami 2018.
Wakil Gubernur bersama Wali Kota memimpin prosesi pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya open traffic. Para pemangku kepentingan turut mendampingi.
Masyarakat berharap kehadiran jembatan ini memperlancar konektivitas antarwilayah. Mereka juga menaruh harapan besar pada Jembatan Palu IV sebagai tonggak baru kebangkitan Kota Palu menuju masa depan yang lebih kuat dan tangguh.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













