KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) menutup rangkaian kegiatan Pesantren Kilat Ramadan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu.
Penutupan ini diisi dengan buka puasa bersama untuk memperkuat pembinaan keagamaan dan menumbuhkan kebersamaan bagi anak binaan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, melalui Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Maulana Luthfiyanto, menjelaskan bahwa pesantren kilat menjadi sarana penting. Kegiatan ini membantu membentuk karakter dan memperkuat nilai spiritual anak binaan selama masa pembinaan.
“Pesantren kilat ini bukan sekadar kegiatan seremonial Ramadan. Kegiatan ini menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada anak binaan,” ujar Maulana dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, bahwa pembinaan keagamaan membantu anak binaan merefleksikan diri dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan sikap dan perilaku lebih baik.
“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi ruang pembelajaran bermakna. Anak binaan mendapat bekal moral dan spiritual saat kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Maulana.
Maulana juga memotivasi anak binaan agar tidak menyerah pada keadaan. Ia mendorong mereka memanfaatkan masa pembinaan untuk memperbaiki diri.
“Jadikan masa ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan membangun masa depan lebih cerah,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, menyampaikan bahwa penutupan pesantren kilat dan buka puasa bersama mempererat silaturahmi. Kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antara petugas, anak binaan, dan peserta magang yang terlibat.
Ia mengapresiasi dukungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu yang aktif selama kegiatan Ramadan.
“Kami berterima kasih kepada Kemenag Kota Palu atas dukungan penuh. Berkat dukungan itu, petugas dapat menjalankan pembinaan keagamaan bagi anak binaan dengan lancar,” imbuh Welli.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Palu, Ahmad Hasni, mengingatkan anak binaan agar menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri. Ia menekankan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
“Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Jadilah manusia yang memberi manfaat bagi orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” ujarnya.
Penutupan kegiatan juga menyertai penyerahan paket sembako kepada keluarga anak binaan yang membutuhkan. Petugas memberikan paket ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan moral.
Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menandai akhir rangkaian pembinaan keagamaan Ramadan yang memberi dampak positif bagi perkembangan mental dan spiritual anak binaan di LPKA Palu.
Rilis | Editor : Muh Taufan














