PEMERINTAH Kota Palu menggelar rapat Rembuk Stunting tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat strategi percepatan penurunan stunting, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di ruang Auditorium Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Palu.
Rembuk stunting ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi capaian penanganan stunting sekaligus merumuskan langkah-langkah lanjutan sepanjang tahun berjalan.
Guru Besar Bidang Kepakaran Biokimia Gizi Universitas Tadulako, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu, perwakilan BKKBN Kota Palu, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala puskesmas, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan bahwa tren penurunan angka stunting di Palu dalam dua tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif.
Data menunjukkan angka stunting pada tahun 2024 berada di angka 5,4 persen. Pada tahun 2025 angka tersebut kembali turun menjadi 4,6 persen.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyampaikan bahwa salah satu poin penting dalam rembuk stunting tahun ini adalah evaluasi capaian penurunan stunting pada tahun sebelumnya sekaligus penguatan langkah-langkah intervensi sepanjang tahun 2026.
Menurutnya, pemerintah perlu mengarahkan fokus penanganan stunting lebih awal, yakni sejak masa kehamilan.
“Fokus penanganan stunting harus kita ubah, yaitu lebih menekankan pada masa kehamilan. Artinya, perhatian kita harus lebih besar kepada ibu hamil dan calon ibu hamil,” ujar Imelda.
Ia menambahkan, Palu patut mengapresiasi capaian penurunan stunting tersebut. Namun, capaian itu tidak boleh membuat semua pihak lengah dalam melanjutkan upaya penanganan stunting ke depan.
Terima Penghargaan
Pada tahun 2025, Palu berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan penurunan angka stunting terbaik. Pemerintah pusat juga memberikan dana insentif fiskal sebesar Rp6,1 miliar atas capaian tersebut.
Meski demikian, Imelda menegaskan bahwa seluruh pihak harus terus memperkuat komitmen dan kerja sama dalam penanganan stunting pada tahun 2026.
Pemerintah juga perlu memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan pihak swasta, agar berbagai program intervensi berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui rembuk stunting ini, Pemerintah Kota Palu mengajak seluruh pemangku kepentingan menyatukan langkah untuk mempercepat penurunan angka stunting demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan














