PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan Komponen Cadangan (Komcad) Indonesia.
Pemerintah menyampaikan komitmen itu dalam rapat koordinasi (rakor). Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI menggelar kegiatan tersebut. Rakor berlangsung di salah satu hotel di Palu, Kamis (9/4/2026).
Dalam forum itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Rudi Dewanto, menegaskan bahwa penguatan Komcad bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat.
Menurut Rudi, seluruh elemen bangsa harus memikul tanggung jawab tersebut.
“Penguatan Komcad bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Ini komitmen bersama seluruh elemen bangsa. Sulteng siap bersinergi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menilai, sinergi itu penting untuk mewujudkan sistem pertahanan semesta. Sistem tersebut harus tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Rudi menjelaskan, peran strategis Sulawesi Tengah melalui empat pilar utama. Pemerintah daerah merumuskan pilar itu dalam cetak biru Komcad.
“Keempat pilar itu meliputi penguatan sumber daya manusia (SDM) dan aparatur. Kami juga membangun infrastruktur pertahanan. Selain itu, kami memperkuat ketahanan ideologi. Kami juga meningkatkan sinergi antarinstansi,” ungkapnya.
Rudi menilai langkah tersebut sebagai dukungan konkret dari daerah. Langkah itu bertujuan memperkuat sistem pertahanan negara berbasis semesta.
Sistem tersebut melibatkan seluruh potensi nasional. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai sumber daya ikut berperan.
Dengan komitmen itu, Pemprov Sulteng diharapkan berperan aktif dalam mendukung kebijakan strategis nasional di bidang pertahanan. Pemerintah daerah juga perlu menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Komcad merupakan pasukan cadangan militer Indonesia. Warga sipil sukarelawan menjadi bagian utama dalam komponen ini. Negara juga melibatkan sumber daya alam serta sarana dan prasarana nasional.
Semua komponen tersebut berfungsi memperbesar dan memperkuat kemampuan TNI dalam menghadapi ancaman militer. Kementerian Pertahanan RI mengelola program ini.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan














