Regional

BKKBN Sulteng Dorong Penguatan Pembangunan Keluarga untuk Tingkatkan SDM

×

BKKBN Sulteng Dorong Penguatan Pembangunan Keluarga untuk Tingkatkan SDM

Sebarkan artikel ini
Kepala BKKBN Sulteng, Nuryamin. Foto: Rusdia/Eranesia.id

KEPALA Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah, Nuryamin, menegaskan pentingnya penguatan program pembangunan keluarga sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Ia menjelaskan, pembangunan SDM harus berawal dari keluarga karena seluruh proses pembentukan karakter dan kualitas manusia terbentuk dari lingkungan keluarga.

“Program pembangunan keluarga ini berkaitan langsung dengan upaya peningkatan SDM. Semua berawal dari keluarga. Kalau keluarga di Kota Palu tidak mendapat perhatian yang baik, maka dapat muncul berbagai persoalan sosial di kemudian hari, termasuk pada kualitas SDM,” ujar Nuryamin di Palu, Selasa (19/5/2026).

Nuryamin menjelaskan, komunikasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memperkuat pelaksanaan program pembangunan keluarga. Sebagai lembaga vertikal, BKKBN memiliki tanggung jawab untuk menjaga koordinasi yang intens dengan pemerintah daerah.

“Kami memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah. Sebagai lembaga vertikal di daerah, kami membawa amanah untuk mendukung program pembangunan dan menjaga koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah,” ungkapnya. 

Nuryamin berharap, sinergi antara lembaga vertikal dan pemerintah daerah dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara lebih efektif.

“Komunikasi yang baik dapat membantu menyelesaikan banyak persoalan. Sebaliknya, jika muncul sekat antara lembaga vertikal dan pemerintah daerah, masyarakat yang akan terdampak,” sebutnya.

Selain itu, Nuryamin juga mendorong hadirnya inovasi dalam program pembangunan keluarga dengan melibatkan komunitas dan paguyuban di daerah.

Menurutnya, pelbagai paguyuban seperti Bugis, Minang, Jawa, serta organisasi alumni memiliki peran sosial yang penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari komunitas. Paguyuban Bugis, Minang, Jawa memiliki tanggung jawab sosial di daerah ini. Mereka tidak hanya beraktivitas ekonomi, tetapi juga perlu berkontribusi dalam pembangunan sosial,” pungkasnya.

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan