BANK Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Langkah ini sekaligus memperkuat layanan penukaran uang Rupiah dan menjawab kebutuhan masyarakat.
BI mengalokasikan Rp177 triliun untuk perbankan, termasuk untuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang.
Deputi Gubernur BI, Ricky P Gozali, menyebut jumlah ini meningkat karena aktivitas ekonomi dan konsumsi rumah tangga menguat dibanding tahun lalu.
“BI mendorong masyarakat menggunakan transaksi digital melalui mobile banking, internet banking, BI-FAST, dan QRIS. Transaksi digital cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” kata Ricky dikutip dari CNN Indonesia, Senin (16/2/2026).
BI membuka layanan penukaran uang melalui aplikasi PINTAR. Tahun ini, BI menyediakan Rp8,6 triliun untuk paket penukaran senilai Rp5,3 juta per paket.
Masyarakat dapat mengakses layanan di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan yang BI dan perbankan sediakan di seluruh Indonesia.
Masyarakat bisa menukarkan uang melalui kas keliling, kantor bank, dan lokasi strategis seperti rumah ibadah atau pusat aktivitas masyarakat.
Melalui PINTAR, masyarakat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan. BI membuka pemesanan dalam dua tahap: tahap pertama untuk Pulau Jawa mulai 13 Februari pukul 14.00 WIB, dan luar Pulau Jawa mulai 14 Februari pukul 08.00 WIB. Tahap kedua dimulai 26 Februari untuk Pulau Jawa dan 27 Februari untuk luar Pulau Jawa.
BI bekerja sama dengan perbankan dan mitra kerja menyelenggarakan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, yang dimulai pada 13 Februari. Program ini memudahkan masyarakat mengakses layanan kas secara mudah, tertib, dan lancar.
Ricky menyampaikan apresiasi kepada perbankan, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN), dan seluruh mitra kerja BI.
“Sinergi ini memastikan distribusi uang berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
BI mengajak masyarakat mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). BI juga mengimbau masyarakat merawat Rupiah dengan prinsip 5J: jangan melipat, mencoret, meremas, menstapler, atau membasahi uang.
Ketersediaan uang tunai memadai, akselerasi pembayaran digital, dan perilaku bijak masyarakat memperkuat kelancaran sistem pembayaran selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Sumber : CNN Indonesia | Editor : Muh Taufan













