KANTOR Imigrasi Kelas I TPI Palu memindahkan 15 Warga Negara Asing (WNA) terduga asal Filipina ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado dengan pengawalan aparat terkait.
Selama kurang lebih satu bulan, para WNA menjalani karantina dan pendataan di Kantor Imigrasi Palu. Petugas merampungkan administrasi serta koordinasi lintas instansi sebelum memberangkatkan mereka sesuai prosedur.
Salah satu WNA asal Filipina, Banjir mengaku, bersyukur atas pendampingan selama berada di Palu.
“Kami sangat berterima kasih kepada Imigrasi Palu karena membantu dan memperlakukan kami dengan baik selama di sini,” ujarnya kepada sejumlah jurnalis di Kantor Imigrasi Palu, Minggu (22/2/2026).
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Palu, Octavianus Malisan mengatakan, jajarannya telah berkoordinasi dengan Imigrasi Manado untuk memastikan kelancaran proses pemindahan.
“Koordinasi telah kami lakukan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Octavianus.
Kepala Kantor Imigrasi Palu, Muhammad Akmal menambahkan, pihaknya menjalankan langkah tersebut berdasarkan arahan Direktorat Jenderal Imigrasi serta mengawal langsung perjalanan hingga ke Manado.
Sebanyak 16 petugas imigrasi mendampingi rombongan melalui jalur darat, dengan dukungan pengamanan dari Satlantas Polresta Palu hingga ke terminal keberangkatan.
“Pemindahan ini merupakan bagian dari prosedur penanganan WNA. Selanjutnya, pihak konsulat di Manado akan melakukan verifikasi kewarganegaraan serta melengkapi proses administrasi pemulangan,” paparnya.
Sebelumnya, 15 warga negara Filipina terdampar di perairan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, setelah cuaca buruk merusak kapal mereka. Pemerintah Kabupaten Buol segera memberikan bantuan medis dan logistik.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buol, Mansyur AR Hentu, menerima laporan dari TNI Angkatan Laut pada Kamis (22/1/2026) malam.
Nelayan menemukan rombongan tersebut sekitar 74 mil dari pantai dalam kondisi lemah setelah speedboat mereka bocor, lalu mengevakuasi mereka ke Dermaga Nelayan Payapi di Kelurahan Buol, Kecamatan Biau.
Dari total 15 orang, terdapat tujuh orang dewasa dan delapan anak-anak, termasuk satu balita berusia sekitar satu tahun.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













