BADAN Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode Idulfitri 2026. Kebijakan ini diperkirakan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp5 triliun.
Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, program MBG untuk anak sekolah berakhir pada 13 Maret 2026.
Sementara itu, BGN menyalurkan bantuan terakhir bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita, Selasa (17/3/2026).
“Penghentian sementara ini merupakan penyesuaian dengan kalender nasional. BGN akan kembali menjalankan program MBG secara normal pada 31 Maret 2026,” kata Dadan dikutip dari Mediaindonesia.com, Rabu (18/3/2026).
Ia menegaskan, kebijakan ini berkontribusi pada efisiensi anggaran negara. Menurutnya, penghematan yang dihasilkan mencapai sekitar Rp5 triliun.
Untuk menjaga asupan gizi penerima manfaat selama masa jeda, BGN menyalurkan bantuan lebih awal. Pada 17 Maret 2026, penerima memperoleh satu paket makanan reguler. Mereka juga menerima tiga paket tambahan untuk kebutuhan tanggal 18 hingga 20 Maret 2026.
Perkuat Pengawasan Anggaran
BGN juga meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan program MBG. Lembaga ini bekerja sama dengan Kejaksaan Agung untuk mencegah potensi penyimpangan anggaran.
Dadan menyatakan, BGN meminta dukungan dari Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel). BGN menugaskan personel dari Kejagung untuk mengisi posisi strategis di tingkat pusat.
Ia menegaskan, langkah ini bertujuan meningkatkan kinerja pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, BGN ingin memastikan penggunaan anggaran berlangsung transparan dan akuntabel.
Melalui kerja sama ini, BGN berharap seluruh anggaran program dapat tepat sasaran.
“BGN juga ingin memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan tanpa kebocoran,” tandas Dadan.
Sumber : ANT/Mediaindonesia.com | Editor : Muh Taufan













