DINAS Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSP) Sulawesi Selatan terus mengintensifkan kampanye bahaya judi online (judol).
Sabtu (21/12/2024) lalu, DiskominfoSP menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar untuk menggelar dialog sosialisasi terkait bahaya dan pencegahan judi online.
Kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa yang antusias berdiskusi bersama para pemateri, yaitu Plh Kadis KominfoSP Sulsel, Sultan Rakib, Psikolog UNM Muhammad Resha, dan Akademisi Abd Gagur.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Unismuh.
Sultan Rakib dalam paparannya menekankan bahwa judi online adalah penyakit sosial yang merugikan.
Menurutnya, masyarakat harus sadar bahwa judi online hanya bentuk penipuan yang diatur untuk menguntungkan bandar.
“Judi online itu penipuan keuangan terbesar. Sistemnya dikendalikan bandar melalui algoritma yang memastikan kemenangan ada di pihak mereka,” terang Sultan dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Senin (23/12/2024).
Ia juga mengingatkan bahwa motivasi ekonomi yang mendorong seseorang bermain judi online adalah kesalahan berpikir yang fatal.
“Jangan pernah mencoba judi online jika tidak ingin tertipu. Maraknya judi online sejalan dengan meningkatnya pinjaman online ilegal,” tegas Sultan.
Psikolog Muhammad Resha menambahkan bahwa efek judi online serupa dengan narkoba, yaitu menyebabkan kecanduan.
“Korban kecanduan bisa sembuh jika menyadari masalahnya. Namun, yang sulit adalah membantu mereka yang tidak sadar sedang kecanduan,” imbuhnya.
Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang bahaya judi online sekaligus menguatkan literasi digital untuk mencegah dampak negatifnya. ICC/MUH













