EkonomiNasional

Positif! IHSG Tumbuh 5,05% di Penghujung 2024

×

Positif! IHSG Tumbuh 5,05% di Penghujung 2024

Sebarkan artikel ini
Penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2024 di Jakarta, Senin (30/12/2024). Foto: Dok OJK

PASAR Modal Indonesia menunjukkan ketahanan sepanjang 2024 di tengah ketidakpastian geopolitik global dan momentum tahun politik dalam negeri.

Pelbagai indikator positif menunjukkan hal ini, seperti stabilitas pasar, aktivitas perdagangan, penghimpunan dana, dan peningkatan jumlah investor ritel.

Berkat kerja keras, sinergi, dan kerja sama yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal Indonesia, kita berhasil menghadapi pelbagai tantangan tersebut dengan penuh optimisme,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2024 di Jakarta, Senin (30/12/2024).

Menurutnya, IHSG menutup perdagangan di posisi 7.036,57 per 27 Desember 2024 dengan kapitalisasi pasar tumbuh 5,05 % year-to-date menjadi Rp12.191 triliun.

“Pasar Surat Utang yang tercermin dari Indonesia Composite Bond Index (ICBI) juga menunjukkan pertumbuhan positif 4,74 % ytd di level 392,36,” ungkap Inarno.

Dari sisi penghimpunan dana, 187 penawaran umum termasuk 35 emiten baru mengumpulkan total nilai Rp251,04 triliun, melampaui target Rp200 triliun.

Sementara Asset Under Management (AUM) Reksa Dana mencapai Rp840,07 triliun atau naik 1,37 persen ytd per 24 Desember 2024.

Pertumbuhan investor menunjukkan pencapaian signifikan. Jumlah Single Investor Identification (SID) bertambah 2,6 juta investor baru sehingga total mencapai 14,81 juta SID.

“Mayoritas investor individu didominasi generasi muda di bawah 40 tahun yang mencapai lebih dari 79 %,” sambung Inarno.

OJK telah menerbitkan pelbagai kebijakan strategis sepanjang 2024 untuk memperkuat ekosistem pasar modal, termasuk POJK tentang laporan kepemilikan saham, pembiayaan transaksi margin, penerbitan obligasi daerah, dan penyedia likuiditas.

BEI juga meluncurkan produk derivatif baru yaitu Kontrak Berjangka Saham (KBS) dan Kontrak Berjangka Indeks Asing (KBIA) dengan underlying MSCI Hong Kong Listed Large Cap yang dapat memberikan alternatif investasi sekaligus meningkatkan kualitas pasar.

“Ke depan, OJK berkomitmen mendukung program pemerintah termasuk Asta Cita untuk memperkuat sektor ekonomi utama dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” tandas Inarno. MUH