GABUNGAN Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Makassar mengadakan pertemuan strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 di kantor pusat OJK Regional 6. Pertemuan ini memperkuat sinergi antara sektor konstruksi dan sektor keuangan untuk mendukung pengembangan sistem manajemen konstruksi yang lebih terintegrasi.
Pengurus Gapensi Makassar, Faizal Risah Basalama, beserta jajaran pengurus lainnya, menghadiri pertemuan tersebut. Kepala Layanan Manajemen Strategis OJK Regional 6, Rifnal Alfani, dan timnya turut hadir untuk berdiskusi.
Diskusi menyoroti tantangan utama industri konstruksi, seperti efisiensi proyek, pengelolaan risiko, dan pembiayaan berkelanjutan.
Oleh karena itu, Gapensi menekankan pentingnya sistem manajemen konstruksi modern berbasis teknologi guna meningkatkan produktivitas dan transparansi.
Faizal menjelaskan bahwa kerja sama ini sangat strategis dalam menciptakan ekosistem konstruksi yang lebih baik.
“Dengan dukungan sektor keuangan, proyek konstruksi dapat berjalan lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan,” terangnya dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Sabtu (18/1/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi ini berperan penting dalam memastikan keberlanjutan proyek.
Selanjutnya, Rifnal menambahkan bahwa OJK siap mendukung dengan regulasi dan fasilitas pembiayaan yang relevan.
“Dukungan ini mempercepat adopsi sistem manajemen konstruksi berbasis teknologi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa sektor konstruksi merupakan penggerak utama perekonomian, sehingga perlu terus didorong melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Sebagai tindak lanjut, Gapensi Makassar memaparkan rencana penerapan sistem manajemen konstruksi yang mencakup digitalisasi proses, optimalisasi logistik, dan pengelolaan risiko proyek.
Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya serta memperbaiki kualitas hasil konstruksi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal signifikan dalam mendorong transformasi digital di sektor konstruksi Indonesia.
Dengan kolaborasi erat antara Gapensi dan OJK Regional 6, sektor konstruksi diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar dalam pembangunan nasional. ICC/MUH













