DHARMA Wanita Persatuan (DWP) UIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah menggelar penyuluhan pencegahan Tuberkulosis (TBC) bertema “Anak Bebas TBC Generasi Kuat” di Gedung Rektorat UIN Datokarama, Sabtu (18/1/2025).
“Setiap anak berhak tumbuh sehat dan mendapat perlindungan dalam pengasuhan, termasuk bebas dari TBC,” kata Ketua DWP UIN Datokarama Faidah Lukman dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Minggu (19/1/2025).
Ia menekankan pentingnya pemahaman orang tua tentang bahaya dan pencegahan TBC.
“TBC bukan penyakit turunan, melainkan penyakit menular. Kita butuh gerakan bersama untuk melindungi tumbuh kembang anak dari ancaman TBC,” tegas Faidah.
Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia menempati posisi kedua kasus TBC terbanyak di dunia setelah India, diikuti Tiongkok. Indonesia mencatat sekitar 1.060.000 kasus TBC dengan 134.000 kematian per tahun, atau 17 kematian setiap jam.
TBC disebabkan bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang utamanya menyerang paru-paru.
Bakteri itu juga dapat menyebar ke organ lain seperti selaput otak, kulit, tulang, dan kelenjar getah bening melalui aliran darah, yang dikenal sebagai TBC Ekstra Paru.
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC sebagai landasan hukum penanganan penyakit ini.
Penyuluhan yang diikuti pengurus DWP UIN Datokarama ini merupakan kontribusi organisasi dalam mendukung tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemenuhan hak anak untuk hidup sehat dan terbebas dari TBC. MAT/MUH













