MENJELANG Idulfitri 1446 H, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat jaringan dengan kecerdasan Artificial Intelligence (AI) demi pengalaman digital terbaik. Langkah ini mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi selama Ramadan dan Lebaran.
Setiap tahun, mobilitas tinggi memicu lonjakan lalu lintas data. Untuk menjaga koneksi stabil, Indosat menghadirkan Unparalleled Network Services Guaranteed, jaminan layanan jaringan berbasis teknologi mutakhir.
AI memprediksi lonjakan trafik, mengoptimalkan kapasitas, mengurangi downtime, dan mempercepat penyelesaian gangguan.
Transformasi Digital dengan AI
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan AI berperan krusial dalam transformasi Indosat menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.
“AI meningkatkan pengalaman digital pelanggan dan menjadi fondasi perjalanan Indosat menuju AI Native TechCo. Kami memastikan pelanggan menikmati konektivitas terbaik selama Ramadan dan Lebaran,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (27/3/2025).
Sebagai inovasi terbaru, Indosat memperkenalkan INFINITE (Intelligent Network for Innovative and Transformational Experience), sistem operasi jaringan berbasis AI yang memungkinkan komunikasi lebih stabil, cepat, dan aman kapan pun dan di mana pun.
Indosat berinvestasi besar dalam ekosistem AI di Indonesia. Bersama NVIDIA dan Accenture, Indosat mengembangkan full stack sovereign AI, memastikan teknologi AI berkembang mandiri melalui infrastruktur lokal, data, dan talenta Indonesia.
Melalui AI Factory dan inisiatif GPU Merdeka, Indosat menghadirkan solusi AI bagi berbagai sektor, dari startup hingga institusi pemerintahan. Perusahaan berkomitmen mencetak satu juta talenta digital hingga 2027.
“Kami ingin membangun AI yang dikembangkan di Indonesia, oleh orang Indonesia, dan untuk Indonesia,” tambah Vikram.
Investasi AI bukan sekadar strategi teknologi, tetapi bagian dari visi jangka panjang meningkatkan daya saing nasional.
Dengan kedaulatan AI, Indonesia dapat mengarahkan pemanfaatan teknologi sesuai kepentingan nasional di sektor keuangan, kesehatan, dan pendidikan.
Di momen Ramadan dan Lebaran, AI bukan hanya alat meningkatkan konektivitas, tetapi juga kunci percepatan transformasi digital dan peluang baru bagi masyarakat Indonesia. *TAU/MUH













