REKTOR UIN Datokarama Palu, Profesor Lukman S Thahir mendorong pemerintah memasukkan Festival Raodhah dan Haul Guru Tua ke kalender wisata.
Ia menilai, dua agenda itu berpotensi besar sebagai destinasi wisata religi nasional.
“Festival Raodhah dan Haul Guru Tua punya nilai budaya dan spiritual tinggi. Pemerintah perlu mengembangkan potensi ini untuk Sulteng dan Indonesia,” terang Lukman di Palu, Rabu (8/4/2025).
Pengurus Alkhairaat dan Pemkot Palu rutin menyelenggarakan Festival Raodhah setiap Syawal di Kawasan Wisata Religi Jalan Sis Aljufri.
Tahun ini, festival berlangsung 9–12 April 2025 di Kompleks Alkhairaat dan menarik puluhan ribu jamaah.
Lukman meminta pemerintah memberi perhatian serius dengan menetapkan acara ini sebagai wisata prioritas. Ia juga mendorong Festival Raodhah masuk program Kharisma Event Nusantara Kemenparekraf.
“Festival ini menarik minat masyarakat luar negeri. Pantas masuk agenda nasional promosi wisata religi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Alkhairaat menjadi pusat pendidikan Islam terbesar di Indonesia Timur. Pendirinya, Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri atau Guru Tua, dikenal sebagai tokoh besar dakwah dan pendidikan Islam.
“Guru Tua bukan sekadar berdakwah. Beliau mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan bangsa,” ujar Lukman.
Selama hidupnya, Guru Tua membangun lebih 420 madrasah di wilayah timur Indonesia. Kini, jaringan pendidikan Alkhairaat tumbuh hingga 1.700 madrasah di Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.
Alkhairaat juga mengembangkan sistem pendidikan dari PAUD hingga SLTA, termasuk Universitas Alkhairaat, Rumah Sakit Alkhairaat, dan unit usaha lain di Sulawesi Tengah.
“Mari perjuangkan Haul Guru Tua dan Festival Raodhah jadi destinasi wisata religi nasional yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tutup Lukman. *MAT/MUH













