KEPALA Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, punya pesan kuat saat menghadiri upacara HUT ke-61 provinsi itu, Minggu (13/4/2025).
Ia menegaskan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahanan Negara (Rutan) bukan hanya soal hukuman, tapi juga soal harapan.
“Lapas dan Rutan harus jadi bagian dari solusi. Warga binaan bukan hanya dibina, tapi juga disiapkan untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi,” terang Bagus seusai mengikuti upacara di halaman Kantor Gubernur Sulteng di Palu.
Bagus ingin Lapas dan Rutan di Sulteng bertransformasi. Tidak lagi sekadar tempat rehabilitasi, tapi juga ruang pemberdayaan.
Di balik tembok Lapas dan Rutan, warga binaan dilatih keterampilan, dilibatkan dalam produksi UMKM, hingga dijajaki kolaborasi lintas sektor.
Bangun Daerah Lewat Sinergi
Bagus juga mendorong kerja sama antara pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Butuh sinergi. Kita ingin sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif, yang selaras dengan visi pembangunan daerah,” ungkapnya.
Bagus menambahkan, bahwa seluruh jajarannya berkomitmen penuh.
“Kami siap ikut bergerak. Warga binaan harus dilihat sebagai potensi, bukan beban. Kalau mereka diberi ruang, mereka bisa jadi bagian dari kemajuan Sulteng yang lebih inklusif dan berkeadilan,” imbuhnya.
Upacara HUT ke-61 Sulteng sendiri berlangsung semarak. Pelbagai elemen masyarakat hadir, mulai dari Forkopimda, kepala instansi vertikal, tokoh adat, hingga pelajar.
Acara juga diisi penampilan seni budaya khas daerah dan penyerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh berjasa.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, dalam sambutannya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi memajukan Sulteng, termasuk institusi pemasyarakatan.
Ia menekankan, pentingnya kebersamaan untuk mewujudkan cita-cita besar pembangunan.
“Tidak ada yang bisa jalan sendiri. Semua harus bergerak bersama. Termasuk pemasyarakatan yang punya peran penting dalam membina dan memberdayakan,” tandas Anwar.
Dalam kesempatan itu, Gubernur bersama Wakil Gubernur, Reny Lamadjido juga meluncurkan sembilan program unggulan bertajuk “Sulteng Nambaso” sebuah semangat membangun daerah agar menjadi besar dan tangguh.













