KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat pertumbuhan ekonomi dari daerah.
Ia mendorong pengembangan sektor agrikultur, pariwisata, dan ekonomi kreatif (ekraf) sebagai motor baru yang mampu menopang ketahanan ekonomi nasional.
“Ekonomi nasional tak bisa lagi hanya mengandalkan mesin tradisional yang bergantung pada kondisi global. Kita harus membangun kekuatan domestik, dan itu berarti memperkuat ekonomi daerah,” ujar Mahendra dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Jumat (2/5/2025).
Dorong Pembiayaan dan Lindungi Risiko
OJK terus mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor agrikultur, pariwisata, dan ekraf.
Mahendra menjelaskan, OJK juga menggandeng industri asuransi untuk melindungi pelaku usaha dari risiko seperti gagal panen atau bencana alam.
“Kami menggunakan asuransi parametrik agar petani tak menanggung kerugian sendiri. Dengan begitu, usaha mereka tetap layak secara bisnis dan bisa memperoleh pembiayaan,” tegasnya.
Selain mendorong pembiayaan, OJK juga membangun ekosistem usaha yang utuh. Mahendra menyebut bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan pendekatan khusus.
Karena itu, OJK mendorong pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai jaminan pembiayaan, serta menerapkan metode penilaian kredit alternatif (alternative credit scoring).
Deputi Komisioner OJK, Bambang Mukti Riyadi menegaskan, pentingnya dukungan sektor keuangan terhadap pelaku ekonomi kreatif.
Ia menyebut pelaku industri kreatif kini aktif memanfaatkan pasar modal, modal ventura, hingga securities crowdfunding untuk mengembangkan usahanya.
“Ketersediaan produk keuangan yang tepat akan memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif,” katanya.
Perluas Program PED
OJK juga memperkuat Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) melalui kerja sama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Program ini membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan dan menghadapi tantangan pemasaran serta operasional.
Sejak 2024, OJK mengarahkan Program PED untuk mendukung hilirisasi sektor agrikultur. Kini, OJK memperluas cakupannya ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif guna mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
OJK ingin membangun sinergi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem usaha yang tangguh di daerah.
Kolaborasi ini diharapkan memperdalam pasar jasa keuangan dan memperkuat pondasi ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. *MUH













