Ekonomi

OJK Nilai Ekonomi Nasional Tumbuh Stabil Meski Global Bergejolak

×

OJK Nilai Ekonomi Nasional Tumbuh Stabil Meski Global Bergejolak

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengikuti konfrensi pers virtual terkait stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Jakarta, Jumat (9/5/2025). Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terjaga meskipun dinamika perekonomian global dan volatilitas pasar keuangan terus meningkat. Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 30 April 2025 menghasilkan penilaian tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa ketidakpastian global meningkat tajam sepanjang April 2025 akibat rencana Amerika Serikat (AS) mengenakan tarif impor resiprokal.

“Meski Presiden Donald Trump menunda tarif selama 90 hari, tensi perdagangan antara AS dan Tiongkok tetap tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (9/5/2025).

Mahendra menambahkan bahwa kondisi ini mendorong IMF, Bank Dunia, dan WTO memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global.

IMF memotong proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 menjadi 2,8%, jauh di bawah rata-rata historis 3,7%. WTO juga merevisi volume perdagangan barang global dari tumbuh 2,7% menjadi kontraksi 0,2%.

“Di AS, meski pasar tenaga kerja masih kuat, sejumlah indikator seperti inflasi, kepercayaan konsumen, dan pertumbuhan ekonomi triwulan I mulai melemah,” ujar Mahendra.

OJK mencatat pasar mulai memperkirakan pemangkasan suku bunga acuan (Fed Funds Rate/FFR) lebih cepat, dengan kemungkinan pemangkasan pertama pada Juni 2025. Proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pun turun menjadi 1,4%.

Sementara itu, Tiongkok membukukan pertumbuhan ekonomi yang solid pada triwulan I-2025 karena ekspansi sektor manufaktur dan strategi percepatan ekspor untuk mengantisipasi tarif AS.

“Permintaan domestik di Tiongkok mulai membaik, terlihat dari inflasi inti dan penjualan ritel yang naik,” kata Mahendra.

Di dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% pada triwulan I-2025, terutama karena konsumsi rumah tangga yang tetap kuat. Inflasi terkendali, dengan inflasi headline sebesar 1,95% dan inflasi inti 2,50%, yang mencerminkan stabilitas permintaan domestik.

OJK juga mencatat pemulihan permintaan domestik melalui peningkatan penjualan ritel, semen, dan kendaraan bermotor, meski lajunya masih moderat. Di sisi produksi, ekspor terus mencatatkan surplus neraca perdagangan.

“Kinerja emiten pun membaik, dengan laporan keuangan 2024 secara umum melampaui capaian tahun sebelumnya,” pungkas Mahendra. *TAU/MUH