UNTUK memperkuat transparansi dan pengawasan distribusi BBM industri, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mulai 1 Maret 2025 mewajibkan setiap mobil tangki BBM industri memasang QR Code. Kebijakan ini memperkuat langkah digitalisasi layanan sekaligus menjamin keandalan distribusi energi ke pelanggan industri.
Pertamina memasang QR Code di bagian belakang dan pintu kanan mobil tangki. Setiap kode langsung terhubung dengan sistem monitoring internal perusahaan.
Masyarakat cukup memindai QR Code dan memasukkan kode OTP yang dikirim melalui WhatsApp untuk melihat data lengkap armada.
Informasi tersebut mencakup nama perusahaan transportir, nomor polisi, penanggung jawab operasional, kapasitas dan status tangki, serta masa berlaku izin pengangkutan BBM.
“QR Code ini menjadi standar baru distribusi BBM industri di Sulawesi. Sistem ini memastikan armada resmi Pertamina yang mengangkut BBM, mencegah penyalahgunaan kendaraan, dan memberi kepastian kepada pelanggan,” kata Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Ferry Pasalini, dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Sabtu (10/5/2025).
Ferry menjelaskan, bahwa sistem verifikasi ini melindungi pelanggan dari kerugian akibat pengiriman ilegal sekaligus menjaga reputasi Pertamina sebagai penyedia energi yang andal.
“Ini bukan hanya soal keamanan distribusi, tapi juga tentang menjaga standar layanan dan kepercayaan pelanggan,” ujarnya.
Pertamina juga mencantumkan QR Code di dokumen Surat Pengantar Pengiriman (SPP) yang berisi jenis BBM, tanggal pengiriman, dan informasi lainnya. Masyarakat bisa memverifikasi data dengan kamera atau aplikasi pemindai QR di ponsel.
Sebagai penanda, Pertamina mengecat mobil tangki BBM industri resmi dengan warna putih kombinasi biru dan menampilkan nama perusahaan transportir di sisi kendaraan. Armada ini mengangkut produk non-subsidi seperti Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex untuk kebutuhan industri.
Pertamina mengimbau masyarakat agar mewaspadai kendaraan tidak resmi yang menyerupai armada perusahaan. Lewat sistem QR Code, masyarakat bisa memverifikasi legalitas kendaraan pengangkut secara mandiri.
Untuk informasi lebih lanjut, konfirmasi armada resmi, atau pelaporan kendaraan mencurigakan, silakan hubungi Pertamina Call Center 135. *TAU/MUH













