Regional

Menuju WBK 2025, Kanwil Ditjenpas Sulteng Tekankan Kinerja Nyata

×

Menuju WBK 2025, Kanwil Ditjenpas Sulteng Tekankan Kinerja Nyata

Sebarkan artikel ini
KEPALA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kakanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, memberi penguatan secara virtual kepada jajaran UPT, Kamis (15/5/2025), dari Aula Kanwil Ditjenpas Sulteng di Kota Palu. Foto: Humas Ditjenpas Sulteng/HO

KEPALA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, menegaskan bahwa Tim Penilai Internal (TPI) dalam kontestasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tidak sekadar menjalankan formalitas.

Bagus meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) tampil otentik dengan kinerja nyata, bukan sekadar pencitraan.

WBK bukan sekadar label, tapi cerminan budaya kerja yang bersih, melayani, dan transparan. Jangan memanipulasi atau merekayasa dokumen. Kita harus menunjukkan perubahan yang benar-benar terasa,” tegas Bagus saat memberi penguatan secara virtual kepada jajaran UPT, Kamis (15/5/2025), dari Aula Kanwil Ditjenpas Sulteng.

Melalui kegiatan ini, Kanwil ingin memberikan pemahaman teknis kepada UPT tentang tata cara desk evaluasi dan strategi memaparkan data dukung sesuai indikator dalam Lembar Kerja Evaluasi Zona Integritas (LKE ZI). Bagus juga meminta setiap Tim Pembangunan ZI menguasai substansi secara menyeluruh.

TPI akan mulai melaksanakan desk evaluasi dalam beberapa pekan ke depan. Hasil penilaian awal mencatat sembilan UPT di Sulteng lolos ke tahap selanjutnya, yaitu:

  1. LPKA Kelas II Palu
  2. Lapas Kelas III Kolonodale
  3. Lapas Kelas IIB Toli-Toli
  4. Lapas Kelas III Leok
  5. Lapas Kelas III Parigi
  6. Rutan Kelas IIA Palu
  7. Rutan Kelas IIB Poso
  8. Lapas Kelas IIB Ampana
  9. Lapas Perempuan Kelas III Palu

“Penilaian tidak hanya melihat dokumen, tapi juga sejauh mana dokumen itu mencerminkan kondisi sebenarnya. Karena itu, kejujuran dan semangat memperbaiki harus jadi fondasi,” ujar Bagus.

Kesiapan Teknis Menentukan

Ia menekankan bahwa pemahaman dan kesiapan teknis akan sangat menentukan apakah UPT bisa melaju ke tahap berikutnya.

“Sembilan UPT ini sudah melangkah ke kontestasi. Saya harap semuanya bisa menunjukkan hasil terbaik,” kata Bagus.

Selain penguatan dari Kakanwil, tim ZI Kanwil juga menyampaikan materi teknis, menyimulasikan pemaparan, dan menelaah dokumen data dukung.

Bagus menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa meraih predikat WBK bukan sekadar urusan administratif, melainkan wujud komitmen moral dan keberanian untuk terus berbenah.

“Bekerja baik itu satu hal. Tapi membuktikan kerja baik secara terukur dan akuntabel, itulah tantangan kita. Dan itu harus kita jawab bersama,” pungkasnya.

Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas harus menjadi gerakan bersama, bukan proyek tahunan demi mengejar prestise semata. NDU/MUH