UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Datokarama di Palu, Sulawesi Tengah, menjadi pilihan Elisabet Amelia Morong untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Elisabet, mahasiswi 20 tahun beragama Kristen Protestan, kini duduk di semester IV Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Datokarama.
Elis, begitu teman-temannya memanggilnya, memutuskan pindah dari Universitas Muhammadiyah Luwuk di Kabupaten Banggai setelah menjalani dua semester kuliah.
Ia ingin tinggal bersama orang tuanya di Kota Palu, dan karena itu memilih UIN Datokarama sebagai kampus barunya.
Dirinya sendiri yang memilih kuliah di UIN Datokarama, dan orang tuanya sepenuhnya mendukung keputusan itu.
“Orang tua tidak mempermasalahkan saya kuliah di UIN Datokarama. Bagi mereka, kampus ini tetaplah perguruan tinggi negeri seperti yang lain,” ujar Elis dalam pernyataan yang diterima Eranesia.id, Rabu (4/6/2025).
Meski menjadi minoritas dalam hal keyakinan, Elis tetap merasa nyaman. Ia diterima dengan baik oleh dosen maupun teman-teman sekelasnya.
“Pergaulan berjalan seperti biasa. Kami berdiskusi, mengerjakan tugas kelompok, dan berkumpul tanpa memandang perbedaan keyakinan,” katanya.
Selama kuliah, Elis tidak pernah mengalami kekerasan verbal, diskriminasi, atau perundungan. Para dosen memperlakukannya setara dengan mahasiswa lain.
Elis bahkan aktif dalam organisasi intra kampus, Koperasi Mahasiswa (Kopma), untuk membangun relasi dan mengembangkan kemampuan organisasi.
“UIN Datokarama tidak membatasi siapa pun untuk kuliah, termasuk yang berbeda agama dan kepercayaan,” tegasnya.
Rektor UIN Datokarama, Profesor Lukman S Thahir, menegaskan komitmen kampusnya untuk menerima mahasiswa dari semua latar belakang agama.
“UIN Datokarama adalah milik semua umat beragama. Kami tidak memberi batas atau alasan untuk menolak mahasiswa non-Muslim kuliah di sini,” ujarnya.
Lukman juga menjamin bahwa Elis dan mahasiswa lain mendapatkan hak pendidikan, layanan akademik, pendampingan, pembinaan, hingga akses beasiswa secara setara.
“Elis mencerminkan semangat keterbukaan dan toleransi di kampus ini. Kami akan memastikan seluruh haknya sebagai bagian dari civitas akademika UIN Datokarama,” tandasnya. ADV/MAT/MUH













